Gandeng 2 Guru, Lanang Garap Sajak Tegalan-Inggris
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews
Selasa, 12/03/2019, 09:20:25 WIB

Maslikha, Lanang Setiwan, Sri Handayani

PanturaNews (Tegal) - Kreatifitas ceniman Lanang Setiawan terus membuncah. Demi menjunjung tinggi Sastra Tegalan, ia gaet dua guru SMP Negeri 2 dan guru SMP Negeri 7 Kota Tegal untuk berkolaborasi. Tugas dua guru tersebut, yakni mentranslated sajak-sajak Tegalannya ke dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, untuk menjunjung tinggi bahasa Tegal, dibutuhkan upaya semaksimal mungkin. Tidak sekadar berkutat pada komunitas para seniman. Melainkan harus bisa menembus semua golongan. Salah satunya adalah guru bahasa Inggris.

“Perjuangan menjunjung tinggi bahasa Tegal, jangan berhenti hanya sebatas kelompoknya sendiri. Semua komponen masyarakat harus dilibatkan. Salah satunya, harus menggandeng guru bahasa Inggris agar mengenal keindahan basa Tegalan lewat terjemahan bahasa Inggris,” kata Lanang.

Untuk tujuan tersebut, ia melilih guru yang menguasai bahasa Inggris, yakni Sri Handayani Reksowati, M.Pd dari SMP Negeri 2 dan Maslikha, S. Pd dari SMP Negeri 7 Kota Tegal.

“Pilihan saya akhirnya jatuh pada Ibu Yani dan Ibu Ika. Mereka adalah guru-guru bahasa Inggris yang mumpuni dalam penguasaan bahasa Inggris,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk niatan tersebut, Lanang mengaku telah menyiapkan 21 nomor sajak Tegalannya untuk diserahkan pada mereka, dan mereka antusias untuk kerja yang tidak main-main.

“Itung-itung mengenali sajak-sajak Tegalan yang dibikin Lanang Setiawan, sekaligus menjunjung tinggi drajat basa Tegalan ke tataran yang lebih terhormat. Makanya begitu kami mendapat tawaran dari mas Lanang, langsung kami terima. Sekalian ngetes bahasa Inggris kami hehe...” ujar Lanang menirukan omongan mereka.

Lebih lanjut Lanang mengatakan, rencananya buku antologi dua bahasa Tegalan –Inggris ini, bertajuk “From Tegal To English, Saka Tegal Nuju Inggris”. Berisi 21 Sajak-sajak Tegalan Lanang Setiawan.

“Kalau tidak ada halangan, dalam bulan ini alihwacan selesai, langsung ke penerbit.”  

Sekadar diketahui, salah satu potongan sajak berudul “Impen” yang sudah diterjemahkan oleh Ibu Yani menjadi "Dream", yakni //Because my land was led bay demon,The situation was destroyed as if it had been destroyed/My land’s crisis had come at last//Facing up a bellwether who was not worthy of  being role models/I was really blissful that the tremendous parliament/Has bonzer desire to hold inquiry rights/May vision would align...//

Penggalan sajak berjudul "Kesumat" yang telah diterjemahkan oleh Maslikha menjadi "Heaven", begini://Inside his chest there was water/bouncing//Inside the chest there was a fire/fascinated//In the chest there was no smell/cheers//Inside the chest there was a lava/mountain//frightened//.

Demikianlah potongan dua sajak “Impen” dan "Kesumat" yang sudah dialihwacan oleh mereka.