Jambatan Bailey Plompong Selesai Seminggu Lagi
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Senin, 11/03/2019, 14:32:47 WIB

Beberapa pekerja sedang melakukan pembuatan jembatan bailey untuk jalur darurat di Jembatan Plompong yang putus (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pembuatan jembatan bailey untuk jalur darurat di Jembatan Plompong Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mengalami putus terus dikebut. Jembatan baely yang melintang di atas Sungai Keruh itu ditarget selesai paling lambat seminggu lagi.

Staf Kantor UPT Dinas Pekerjaan Umum wilayah Bumiayu, Siswanto ST mengatakan, jembatan bailey sepanjang 36 meter dan lebar empat meter tersebut terdiri dari 12 segmen. Saat telah selesai 10 segmen dan tingga dua segmen lagi.

"Semuanya ada 12 segemen, sekarang tinggal dua segemn lagi," katanya saat ditemui di lokasi pembuatan pemasangan jembatan bailey, Senin 11 Maret 2019.

Jembatan darurat bailey dibuat dengan kontruksi panel dan deplang besi serta lantai dari balok kayu. Pada bagian jembatan juga dibuat perkuatan dengan selimut beton dan pilar besi. Pada bagian pilar besi dipasang selimut bronjong untuk mengamankannya dari gerusan air.

"Bagian bawah ada pilar besi dan beberapa selimut beton untuk perkuatan," ujar Siswanto.

Menurutnya, pekerjaan pemasangan jembatan bailey ditarget selesai dalam waktu dua minggu dan sudah berlangsung satu minggu. Diharapkan dapat selesai secepatnya atau paling lambat selesai sesuai target.

"Harapannya selesia dalam beberapa hari lagi, atau paling lambat seminggu lagi sesuai target," ungkap Siswanto.

Perlu diketahui pula, ribuan warga Desa Plompong mengalami kusulitan transportasi akibat putusnya jembatan Plompong pada 21 Januari 2019 lalu. Untuk menuju ke pusat pemerintahan kecamatan warga harus memutar arah berkali lipat dan membutuhkan ongkos yang berlipat pula.

Kesulitan warga semakin menjadi-jadi ketika jalan utama di Dukuh Cirendu desa tersebut juga amblas karena longsor pada 17 Februari 2019 lalu. Badan jalan longsor sepanjang 20 meter dan hanya tersisa sekitar satu meter, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat, hingga kini jalan amblas tersebut belum dilakukan perbaikan.