Komunitas Cerpenis Para Guru SMP-SD Terbentuk
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews
Sabtu, 09/03/2019, 21:20:00 WIB

Para pengurus Centong foto bersama usai penetapan di Perpusda Tegal (Foto: Dok)

PanturaNews (Tegal) - Komunitas Cerpenis Tegalan dengan nama "Centong", yakni "Cerpen Tulisane Wong Tegal", lahir. Penetapan bertempat di Ruang Audio Visual Kantor Perpusda Kota Tegal lantai ll, Sabtu 9 Maret 2019 siang.

Nama Centong diambil atas rembukan para anggota yang terdiri dari para guru SMP dan SD yang berdomisili di Kota Tegal. Dari hasil rembukan, akhirnya terbentuk susunan pengurus.

Ketua dipercayakan kepada Handayani Reksowati dari SMPN 2, Sekretaris Sujanji dari SMPN 19 dan Bendahara dijabat oleh Heni Istianah dari SMPN 5 Tegal.

Menutut Wahyu, guru SMP THHK (Tunas Hidup Harapan Kita), filosofi Centong sebagai alat bantu untuk mengambil nasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah energi yang kuat agar dapat beraktivitas.

"Dapat dikaitkan juga sebagai alat bantu yang sederhana, namun menghasilkan sebuah karya besar. Centong juga identik dengan alat bantu atau senjata untuk pengusaha warteg yang identik orang Tegal," tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal, Moh. Afin, dalam sambutannya menegaskan, bahwa pembetukan komunitas tersebut berdasarkan rencana kerja bidang perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bermaksud menerbitkan buku antologi Sastra Tegalan.

"Buku antologi Sastra Tegalan ini dengan format cerita pendek," katanya saat memberikan sambutan didampingi Kabit Perpus, Wiluyo.

Ditambahkan, rencana penerbitan antologi cerpen tegalan ini, berkaitan erat dengan tahun anggaran 2019.

"Kami peduli dengan kemajuan bahasa Tegal yang sudah jauh-jauh menjadi karya sastra. Dengan kemujuan ini, Perpus mendorong bahasa Tegal yang telah nenjadi karya sastra agar mendunia," katanya.

Ditargetkan, dalam satu bulan ini, himpunan cerpen yang ditulis para guru sudah selesai dan langsung diterbitkan. Pada kesempatan itu, bertindak sebagai penyuluh, yakni Wiluyo, Dwi Ery Santosi, dan Lanang Setiawan.