![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Selama Jokowi menjabat presiden, dua Lebaran tidak pernah naik harga sembako. Hal itu karena pemerintah mampu mengendalikan ekonomi. Di era Jokowi, bukan masalah naik harga seperti pressiden-presiden sebelumnya, tapi justru turun harga.
Hal itu diungkapkan Staf dari Kantor Staf Presiden (KSP) Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Burhanudin Saputu pada Silaturahmi dan Jaring Aspirasi Masyarakat Kota Tegal, di Warung Makan Rakapok Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu 20 Januari 2019 siang.
Silaturahmi yang digelar DPP DPP Benteng#212#Jokowi bersama DPP Benteng#212#Jokowi Kota Tegal, dihadiri Ketua Umum DPP Benteng#212#Jokowi, Eta Wiwid. Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Benteng#212#Jokowi, Nanang Subyantoro. Pembina DPP Benteng#212#Jokowi Yusson de Bani. Acara juga dibarengi pengukuhan dan penyerahan SK Ketua Benteng#212#Jokowi Kota Tegal, Budi Sutarno.
Ditegaskan Burhanudin, Lebaran pertama Jokowi menjabat harga-harga stabil, Lebaran kedua turun dan Lebaran selanjutnya harga-harga terus turun. Itu karena Jokowi bisa memangkas para mafia-mafia dan tengkulak.
“Kita tidak membiarkan orang-orang yang bermain di tengah sumber kehidupan, dari produksi ke konsumen. Ini banyak sekali mata rantainya. Orang-orang ini yang membuat harga nail. Ini yang kita pangkas,” tuturnya.
Menurut Burhanudin, Orang-orang yang dipangkas inilah yang merasa dirugikan, karena mereka tidak suka Jokowi. Sejak awal Jokowi tidak mentolelir para mafia.
Lebih lanjut dikatakan, soal program Jokowi diantaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS). Program itu diperuntukan untuk warga miskin, nukan untuk warga yang mampu. Program itu agar warga miskin bisa menyekolahkan anak-anaknya, agar warga miskin mampu berobat ke rumah sakit.
“Masih banyak warga yang benar-benar miskin belum memiliki KIS. Ini yang harus dicari akar masalahnya. Benteng#212#Jokowi harus bisa cari datanya,” tandasnya.