![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Masyarakan harus merasakan manfaat dari adanya Benteng#212#Jokowi. Kepada kader yang ada di desa, kelurahan sampai tingkat RT, harus bisa menampung keluhan dan aspirasi masyarakat bawah. Warga desa harus benar-benar merasakan langsung program Jokowi.
“Masyarakat juga harus terlibat dalam penyampaian aspirasi untuk pembangunan desanya, terutama yang menggunakan anggaran pusat, yaitu Alokasi Dana Desa (ADD). Kalau masyarakat desa tidak mau terlibat dalam forum-forum yang membahas ADD, maka yang terjadi masyarakat tidak merasakan manfaat langsung dari dana desa” tutur Pembina DPP Benteng#212#Jokowi Yusson de Bani saat berbicara pada Silaturahmi dan Jaring Aspirasi Masyarakat Kota Tegal bersama Kantor Staf Presiden (KSP), di Warung Makan Rakapok Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu 20 Januari 2019 siang.
“Akan terjadi temuan-temuan adanya orang yang berhak atas dana itu terabaikan, dan orang-orang yang tidak berhak justru yang mendapatan. Ini tugas Benteng#212#Jokowi. Jadi warga yang berhak atas program Jokowi, jangan sampai terabaikan,” ungkap Yusson.
Menurutnya, Benteng#212#Jokowi akan menjadi fungsi control dan jembatan masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan aspirasinya. Jika masyarakat ingin program-program Jokowi terlaksana dengan baik, dan dirasakan langsung, maka bersama-sama mengawal program-program Jokowi yang pro rakyat.
“Agar kerja kader-kader Benteng#212#Jokowi daerah bisa efektif, maka dibentuk koordinator atau DPC-DPC di setiap desa dan kelurahan. Kemudian DPC ini merekrut kader di tingkat RT, agar aspirasi masyarakat paling bawah akan banyak terserap,” pintanya.
Ditambahkan Yusson, kader-kader Benteng#212#Jokowi akan mencari data yang akurat, agar program ADD, KIS, KIP dan BPJS dapat dirasakan langsung masyarakat bawah. Dengan data yang didapat, maka bisa dilihat apakah program Jokowi itu tepat sasaran atau tidak.