![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Warga minta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Parnowo segera mengambil langkah-langkah penanganan Flyover Kretek di jalan nasional ruas Tegal Purwokert, tepatnya di perlintasan rel Kereta Api (KA) jalur Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Pasalnya, warga merasa terancam keselamataannya dengan banyaknya kecelakaan dan jatuhnya puluhan korban jiwa akibat kecelakaan yang dipicu oleh adanya Flyover kretek tersebut.
"Saya minta pak Gubernur segera lakukan langkah-langkah cepat karena kami warga merasa terancam seperti diteror dengan adanya Flyover Kretek ini," kata Rahmat, tokoh masyarakat yang juga aktivis peduli Flyover Kretek ini saat bertemu dengan Ganjar yang meninjau ke lokasi Flyover Kretek, Kamis 17 Januari 2019.
Rohmat mengatakan, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan Kementerian Perhubungan, agar jembatan timbang difungsikan dan kendaran yang kelebihan tonase atau lebih dari delapan ton serta dua sumbu tidak diperkenankan melintasi Flyover.
"Namun aturan itu hanya berlaku beberapa hari dan kemudian kembali banyak kendaraan besar yang lewat Flyover," ungkatnya.
Jalur penyelamat yang sudah direncanakan agar secepatnya diwujudkan. Kemudian untuk jangka panjang, perlu dibangun jalan lingkar, karena Flyover Kretek ternyata tidak layak dilintasi oleh kendaraan yang kelebihan tonase dan juga bagi kendaraan yang tidak laik jalan.
"Flyover ini tidak layak untuk kendaraan overload dan kendaraan yang tidak laik jalan, maka perlu ada ring road atau jalan lingkar," kata Rohmat.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Ganjar mengatakan bahwa dirinya sejak pertama kejadian kecelakaan akibat Flyover Kretek selalu memantau. Pihaknya juga memahami perasaan warga yang merasa terancam dengan banyak kecelakaan setelah adanya Flyover Kretek.
"Sejak awal kejadian saya selalu memantau dan saya bisa memahami perasaan warga di sini," ujarnya.
Menurut Ganjar, Flyover Kretek dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan yang juga menimbulkan banyak dampak negatif bagi warga. Setelah dibangun Flyover ternyata menimbulkan ekses terjadinya kecelakaan, sehingga perlu ada solusinya.
"Kita tidak mungkin bicara mundur, maka kita perlu mengambil langka-langkah untuk solusinya," katanya.
Kata dia, solusi yang dilakukan diantaranya mengaktifkan jembatan timbang dan membatasi kendaraan yang kelebihan muatan. Selanjtunya juga akan ada jalur baru yang khusus untuk kendaraan berat agar tidak lewat Flyover.
"Langkah-langkah untuk solusi terus kita upayakan dan juga akan lebih represif lagi terutama untuk pembatasan kendaraan yang kelebihan muatan," terang Ganjar.
Bahkan, kata Ganjar lagi, bila perlu yang melanggar dicabut ijinnnya, karena masalah ini menyangkut keselamatan nyawa. Masyarakat dan juga semua pihka hendaknya taat pada aturan dan mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah.
"Kendaraan yang melanggar saya minta agar dicabut saja ijinnya, ini menyangkut keselamatan nyawa masyarakat," tegas Ganjar.