![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Aksi unjuk rasa warga Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ricuh. Demo warga menuntut Kepala Desa (Kades) Bangsri, Devi Ferdian Susanto, mundur dari jabatannya di Kantor Desa Bangsri, Rabu 16 Januari 2019.
Aksi kericuhan itu terjadi, karena dipicu antara warga yang melakukan aksi unjuk rasa dengan pendukung Kades. Dimana, pendukung Kades yang belum diketahui identitasnya itu, menghalanginya bahkan sempat menghajar warga.
Karena merasa tidak terima, akhirnya aksi kericuhan antara warga dan pendukung Kades terjadi. Beruntung, pendukung Kades yang menghajar warga melakukan aksi unjuk rasa, langsung diamankan oleh aparat keamanan yang berada di lokasi kejadian, sehingga selamat dari amukan warga.
Namun demikian, akhirnya warga melakukan pelampiasan kemarahannya dengan membanting sejumlah fasilitas Kantor Desa Bangsri, seperti kursi dan meja.
Padahal Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sesuai dengan agenda, berencana akan melakukan kunjungan ke Kantor Desa Bangsri untuk berdialog dengan warga setempat, dalam rangka road show ke beberapa daerah di Kabupaten Brebes.
Akan tetapi, karena terjadi keributan di Kantor Desa Bangsri, sehingga rencana kunjungan Ganjar Pranowo bersama rombongan dari Provinsi Jawa Tengah, dibatalkan.
Meski demikian, nampak sejumlah pejabat Pemkab Brebes terkait, seperti Kepala Inspektorat beserta stafnya, dan Camat Bulakamba beserta Sekcam hadir untuk menindaklanjuti terkait tuntutan warga.
Salah seorang pengunjuk rasa, Ubil mengatakan, warga menuntut Kadesnya mundur, karena diduga tidak transparan dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk pembangunan di desanya.
Bahkan, dana sebesar Rp 1,6 milyar yang dialokasikan pada tahun 2018 lalu untuk pengolahan sampah tidak jelas penggunaannya.
"Untuk itu kami bersama ratusan warga Desa Bangsri lainnya, menuntut agar Devi Ferdian Susanto mundur dari jabatannya," ujarnya.
Camat Bulakamba, Basuki menjelaskan, terkait dengan tuntunan warga Desa Bangsri yang menghendaki Kadesnya mundur dari jabatannya, diserahkan kepada Inspektorat untuk melakukan investigasi.
"Tentu kami berharap kepada Kades Bangsri untuk bisa memberikan penjelasan secara transparan, atas apa yang dituduhkan oleh warga agar situasi Desa Bangsri tetap kondusif," pintanya.