Jerit Tangis Warnai Sunatan Masal Hari Jadi Brebes
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Selasa, 15/01/2019, 19:16:34 WIB

Pesrta sunat massal Hari Jadi Brebes 341 mendapatkan bingkisan (Foto: Humas)

PanturaNews(Brebes) - Jerit tangis mewarnai sunatan masal dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-341 tahun 2019 di Aula RSUD Brebes, Selasa 15 Januari 2019. Akibatnya, ada 4 anak yang gagal dikhitan dari 38 anak yang hadir mengikuti sunatan masal.

Afnan misalnya, awalnya dia berbaring biasa saja dan tidak merasa gugup sesaat akan dilakukan prosesi khitan. Namun, mendengar ada anak yang menangis, dia ikut-ikutan menangis bahkan nyaris tak henti menangis. Afnan mengaku takut dan merasa kesakitan usai menjalani pemotongan di pucuk kemaluannya.

Usai dikhitan, wajah Afnan tampak ceria karena didampingi ibunya dan tim medis juga turut menghiburnya. Di sela menahan sakitnya, Afnan menceritakan kalau keinginannya bersunat sudah bulat, untung saja ada sunatan masal sehingga akhirnya cita citanya terkabul.

Di luar ruangan, tampak pula beberapa anak tidak bisa menahan air mata meskipun belum di sunat. Ada empat anak yang terus menerus menangis meskipun selalu dibujuk oleh orang tua dan kerabatnya namun gagal sehingga terpaksa batal disunat.

Direktur RSUD drg Oo Suprana membenarkan kalau ada 4 anak yang gagal dikhitan. Namun kalau besok pagi atau kapanpun hendak dikhitan bisa dilayani. Pihaknya telah menyediakan dokter dan tenaga medis lainnya serta obat obatan secara gratis buat para peserta yang ikut serta dalam sunatan masal Hari Jadi Brebes.

“Sunatan masal berlangsung di Aula RSUD, kami menyediakan pula 9 tempat tidur untuk proses khitan,” tandas dokter Oo Suprana.

Kasubbag Sosial dan Agama Setda Brebes, Harun menjelaskan, sunatan masal sudah menjadi agenda rutin di setiap perayaan Hari Jadi Kabupaten Brebes. Tahun ini diikuti 38 anak dari Kecamatan di wilayah utara Brebes. Sebenarnya, menargetkan 63 anak dari 11 kecamatan di wilayah utara Kabupaten Brebes dengan sasaran golongan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah mereka senang walaupun sebelumnya banyak yang menangis menahan sakit,” pungkas Harun.

Wakil Direktur dan Keuangan RSUD Brebes Slamet Harjono menasehati kepada para peserta sunatan masal cita cita itu harus diraih, dengan cara belajar yang rajin Kalau sudah disunat, nanti tampak dewasa dan ganteng.

“Belajar yang rajin dan sholat, serta berbakti pada orang tua ya,” ajak Slamet sembari mengusap rambut para peserta sunat yang masih menangis, meringis menahan sakit.

Atas nama panitia, Slamet memberikan bingkisan berupa alat tulis sekolah, baju koko, sarung peci, dan uang saku kepada para peserta sunatan masal.