![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Turk trailer mengangkut sejenis semen diduga mengalami rem tak berfungsi dan masuk ke sawah di jalan kabupaten ruas Kretek-Kaligua, Jumat 23 November 2018 sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Tepatnya di jalur Dukuh Pesanggrahan Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan, truk dengan nomor F 9794 FE di trailer dan nomor polisi pada kepala truk B 9255 YM dikemudikan oleh Yulius (46) warga asal Bekasi Jawa Barat itu, melaju turun dari arah Kaligua menuju Kretek Paguyangan. Diduga rem tak berfungsi, karena kondisi jalan yang terus menurun truk oleng ke kanan dan masuk ke area persawahan.
Muatan truk yang diperkirakan mencapai 20 ton langsung tumpah dan mengakibatkan bagain kepala truk ringsek. Sopir mengalami luka cukup serius, begitu juga dengan Aji Santoso (20) warga asal Bekasi pula, sempat terlempar dan terkapar di area sawah yang berlumpur.
Menurut informasi dari sejumlah warga, truk naas itu sebelumnya sempat melaju naik menuju Kaligua dengan membawa muatan untuk keperluan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB). Truk berhenti di Stopmel Pesanggrahan dan bertukar gandengan dengan truk lain dari arah Kaligua, kemudian kembali turun sampai akhirnya mengalami kecelakaan tunggal tersebut.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, tetapi sopir dan kernet mengalami luka cukup serius dan dilarikan ke sebuah rumah sakit di Bumiayu setelah ditolong dan dievakuasi oleh warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut.
Kapos Lantas Bumiayu, Aipda Adi Mardiyanto membenarkan peristiwa kecelakaan truk yang diduga akibat rem tak berfungsi tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya kecelakaan itu.
"Petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi untuk melakukan penyeledikan," katanya.
Menurutnya, pada saat ganti trailer nomor polisi tidak sempat ditukar, sehingga antara nomor kelapa truk dengan nomor polisi trailer berbeda. "Saat ganti gandengan nomor polisi tidak sempat diganti," ungkap Adi.
Saat ini truk naas yang rusak parah pada bagian depan itu masih berada di lokasi kejadian. Muatan sejenis semen juga masih berserakan di area persawahan tersebut. Di lokasi kejadian juga tercium bau bahan bakar solar yang diduga menetes akibat tangki yang bocor akibat benturan dengan batu.