24.318 Warga Kota Tegal Masih Tergolong Miskin
-LAPORAN NINO MOEBI
Rabu, 31/10/2018, 18:30:07 WIB

Warga miskin pasangan Wiryanto dan Webi warga RT 01 RW 06 Kelurahan Debong Tengah (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Sebanyak 24.318 warga Kota Tegal, Jawa Tengah, tercatat masih dibawah garis kemiskinan. Untuk Kecamatan Tegal Selatan sebanyak 5.457 keluarga, Margadana sebanyak 6.369 keluarga, Kecamatan Tegal Barat 4.435 keluarga dan Kecamatan Tegal Timur sebanyak 8.057 keluarga.

“Angka kemiskinan di Kota Tegal masih cukup tinggi,” kata Sekretaris Dinas Sosial Kota Tegal, Siti Cahyani di kantornya, Rabu 31 Oktober 2018.

Siti Cahyani menambahkan, dari Basis Data Terpadu Kementrian Sosial, angka kemiskinan Kota Tegal 2017 total 24.318 rumah dari jumlah penduduk Kota Tegal sekitar 281.809 jiwa.

Sedangkan penerima Bantuan Pangan non Tunai untuk Kecamatan Margadana sebanyak 2.146 kartu, Tegal Barat 2.500, Tegal Timur,  3.335 dan Kecamatan Tegal Selatan 2.917 kartu.

Untuk penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kota Tegal, per Oktober 2018 sebanyak 77.964 jiwa.

Namun dari angka kemiskinan tersebut, masih banyak warga miskin yang belum memiliki kartu KIS PBI. Sehingga banyak warga miskin mengalami kesulitan untuk berobat.

Seperti yang dialami pasangan suami istri Wiryanto dan Webi, warga RT 01 RW 06 Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, akhirnya kehilangan putrinya akibat tak tertolong setelah menjalani perawatan seadanya.

Putri Wiryanto dan Webi meninggal setelah beberapa hari lahir, akibat kelainan pada paru parunya. Anak malang tersebut sempat menjalani penanganan medis, namun karena tidak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akhirnya penangannya tidak maksimal hingga nyawanya tidak tertolong.

Wiryanto sebagai buruh serabutan dan Webi, menempati rumah ukuran 4x8 meter bertembok belum di plester dengan kondisi lantai tanah, dan tanpa memiliki jamban. Namun mereka terus bertahan hidup meski penghasilan pas pasan sebagai buruh serabutan.