![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Kementerian PUPR melakukan sosialisasi pembangunan jalur darurat ruas jalan Prupuk-Batas Kabupaten Tegal / Banyumas di Balai Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 30 Oktober 2018.
Sosialisasi dihadiri warga yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan jalur penyelamat dan Muspika Paguyangan serta lainnya.
Panitia Pembebasan Lahan Skala Kecil Pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah Khumaedi mengatakan, ada 10 warga yang lahannya akan terkena pembebasa untuk pembangunan jalur penyelamat.
"Dalam pengukuran sebelumnya ada 10 warga yang lahannya terkena pembebasan untuk jalur penyelamat, tetapi tadi sempat ada yang menyampaikan ada 11 orang," katanya.
Menurutnya, pembebasan lahan secepatnya dan warga yang lahannya akan dibebaskan akan mendapatkan ganti yang layak bahkan ganti untung. Sesuai rencana hasil pengukuran lahan yang dibebaskan seluas 1.060 meter persegi (M2).
"Namun setelah diukur oleh konsultan uantuk kebutuhan bangunan dibutuhkan seluas 735 meter persegi," ujar Khumaedi.
Dikatakan, untuk kepastian luasnya akan ditentukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang sekaligus akan melakukan pengukuran dan mengeluarkan peta bidang. Selanjutnya untuk menentukan harga ganti ruginya akan dilakukan oleh tim apresial.
"Penentuan harga oleh tim apresial yang independen dan tidak dapat diintervensi," ungkap Khumaedi.
Ditambahkan, penggantian nantinya juga tidak hanya dari luasnya lahan tapi juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti kondisi lahan dan apa yang ada di lahan tersebut. Prinsipnya akan memberikan ganti yang layak tanpa mengurangi hak-haknya warga.
"Semua yang menjadi haknya warga yang terkait lahan yang akan dibebaskan akan diberikan sesuai perhitungan tim apresial," kata Khumaedi.
Jalur penyelamat yang akan menjadi jalur buangan bagi kendaraan yang mengalami rem tak berfungsi nantinya akan dibangun sepanjang 26 meter untuk panjang tanggulnya dan masih ada bebeerapa meter untuk jalurnya.
Jalur penyelamat akan dibangun pada titik sekitar 300 meter dari oprit sebelah utara Flyover Kretek. Ditargetkan pada Desember 2018 mendatang pembebesan lahan sudah selesai. Selanjutnya akan dibangun pada tahun anggara 2019 dengan dana APBN.