Gagal Naik Pesawat, Warga Bumiayu Selamat
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Selasa, 30/10/2018, 16:39:14 WIB

Aulia Miftakhul Ilmi dan isterinya Anjar Nur Afifa (Foto; Dok. Anjar NA)

PanturaNews (Brebes) - Nasib baik dialami Aulia Miftakhul Ilmi (22), warga asal Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang merupakan calon penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang Jawa Barat Senin 29 Oktober 2018 pagi.

Ilmi, begitu panggilan akrabnya selamat setelah gagal naik pesawat naas itu lantaran bus di bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang mestinya mengantarkannya ke pesawat telah penuh dan harus menggunakan bus lainnya. Namun bus yang lainnya tidak dapat mengantarkannya karena hanya satu penumpang.

Tentu saja itu menjadi kabar gembira bagi Rukhamah ibunya. Menurutnya, dia sangat bersyukur dan bisa bernafas dengan lega lantaran anaknya itu batal naik pesawat dan saat ini dalam kondisi selamat.

"Dari sini berangkat pada Minggu malam naik bus turun di terminal CengkarenG. Tapi sampai di bandaran Soekarno Hatta agak telat, dan sempat naik ojek menuju terminal 1B," ujar Rukhamah kepada PanturaNews.Com, Selasa 30 Oktober 2018.

Ilmi sempat menuturkan kepada ibunya, ketika naik ojek ke Bandara, tidak dapat turun di Terminal 1B dan turun di Terminal 1A. Kemudian agak tergesa-gesa, tapi sempat memberi ongkos lebih pada tukang ojek yang semestinya Rp 50 ribu, dibayar Rp 60 ribu sebagai rasa terimakasih kepada tukang ojek yang bersedia mengantarkannya.

Ilmi merupakan anak keempat yang saat ini bekerja di bagian tekhnisi navigasi di bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Sebelum sampai di Bandara Soetta, Ilmi sempat mengirim kabar kemungkinan tertinggal pesawat, karena baru pukul 05.00 WII sampai di Cengkareng dan masih harus menuju bandara Soetta.

"Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB dia kasih kabar kalau bisnya macet. Jadi kemungkinan terlambat karena pesawatnya terbang pukul 06.00 WIB," jelasnya.

Ilmi menyempatkan pulang ke kampungnya di Bumiayu, setelah mengikuti diklat di Surabaya. Sekaligus menengok isterinya Anjar Nur Afifa (22) yang baru melahirkan anaknya hampir satu bulan.

Ilmi sempat berpesan menitipkan anaknya yang masih berusia 20 hari pada istrinya yang juga sama-sama bekerja di Bandara Depati Amir sebagai petugas ATC dan tengah cuti.

Ilmi mendengar jika pesawat Lion Air yang gagal ditumpanginya mengalami kecelakaan. Saat itu pula, Ilmi dipeluk oleh beberapa rekan yang mengenalnya di Bandara Soetta. Ilmi juga telah membeli tiket pesawat Lion Air lainnya untuk berangkat pada pukul 10.00 WIB.

"Selama di pesawat katanya dia nangis terus karena terharu. Masih dikasih umur panjang," kata Rukhamah.