Uang Logam Kuno Ditemukan di Bumiayu
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Jumat, 19/10/2018, 17:45:27 WIB

Koordinator pelestari benda-benda pubakala yang juga pengelola Museum Bumiayu, H Rafly Rizal menunjukkan sebagian uang logam kuno yang ditemukan di Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), melakukan penelitian terhadap temuan puluhan keping uang logam kuno yang disimpan di Museum Bumiayu Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Temuan uang logam sebanyak 60 keping tersebut semakin memperkaya koleksi di Museum Bumiayu dan juga membuktikan adanya peradaban masa lalu di Bumiayu dan sekitarnya.

Pengkaji BPCB Jateng Riris Purbasari mengatakan dari penelitian sementara yang dilakukan timnya, diketahui uang logam kuno tersebut merupakan mata uang pada masa kesultanan Palembang dan Jambi.

"Mata uang masa kesultanan Palembang dan Jambi, terdapat angka dan tulisan dalam huruf arab yakni 1210 Hijriyah. Berarti sekitar sekitar 200 tahun atau abad 17 Masehi," katanya, Jumat 19 Oktober 2018.

Temuan mata uang itu membuktikan adanya aktivitas perekonomian di wilayah Bumiayu pada masa lalu. Selain berasal dari kesultanan Palembang dan Jambi juga terdapat beberapa diantara uang logam tersebut identik dengan uang logam kuno yang berasal dari negeri Siam.

"Uang logam itu berarti sangat berkaitan dengan kegiatan perdagangan, sehingga bisa jadi dulu banyak pedagang dari luar yang datang ke Bumiayu, atau juga sebaliknya," terang Riris.

Menurut Riris, Museum Bumiayu telah diakui sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala seperti fosil hewan purba dan juga benda-benda klasik peninggalan masa lalu. Balai Sangiran dan juga Balai Arkeologi juga telah memberikan perhatian pada Museum Bumiayu ini yang dikelola secara perorangan oleh warga yang peduli terhadap pelestarian benda purbakala.

"Meseum Bumiayu ini sudah diakui sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala dan benda kuno," kata Riris.

Dikatakan, kedatangan tim BPCB Jateng merupakan monitoring sekaligus membantu melakukan identifikasi benda-benda peninggalan yang belum terdata.

"Di sini kita melihat bagaimana perawatan, penyimpanan, pemeliharaan, sekaligus mendata yang belum terdata," ucap Riris.

Sementara itu, Koordinator pelestari benda-benda pubakala yang juga pengelola Museum Bumiayu, H Rafly Rizal mengatakan, koin mata uang kuno tersebut ditemukan warga di sekitar aliran Sungai Aur Dukuh Maribaya Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu.

"Ditemukan di sungai, ada 60 keping koin dengan beberapa bentuk, namun memiliki kesamaan. Terkecuali untuk yang berasal dari Siam, sedikit berbeda," katanya didampingi Bimo anggota tim pelsetari.

Diharapkan, temuan ini selain menmbah koleski benda-benda kuno di Museum Bumiayu, juga dapat bermanfaat khususnya membuka sejarah maupun kebudayaan dari wilayah Bumiayu dan sekitarnya.

"Temuan mata uang kuno ini dan juga benda purbakal akan sangat berguna bagi ilmu pengetahuia dan juga dunia pendidikan," kata Rizal.