![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Untuk mengamankan jalannya kampanye putara terakhir Pilkada Kota Tegal, yakni pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 3, Dedy-Jumadi, pihak keamanan mengerahkan sebanyak 850 personil gaubungan TNI dan Polri.
Demikian Keterangan Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto bersama Dandim 0712, Letkol Kav Kristianto dan Danlanal Tegal, Lerkol Latu (P) Agus Haryanto SE. M.Tr.Hanla saat memantau langsung di lokasi kampanye Jalan Wisanggeni Kota Tegal, Sabtu 23 Juni 2018.
"Kami menerjunkan 850 personil gabungan dari TNI-Polri personil Tegal Polres Tegal, Lanal Yonif 407 dan Bri9gif 4 Dewaratna," kata Kapolres.
Kampanye putaran terakhir paslon Nomer 3 Dedy-Jumadi, mengusung artis Via Valen dan Master Limbad di Lapangan Tegal Timur Jalan Wisanggeni Kota Tegal. Ribuan penonton yang memenuhi lapangan terpukau dengan penampilan akrobatik Master Limbad.
Paslon Dedy-Jumadi diusung oleh koalisi Partai Demokrat, PAN, Gerindra, PKS dan PPP. Dalam orasinya, Dedy berjanji apabila menang akan menghibur dengan mendatangkan deretan artis ternama dan ustadz skala nasional.
Keributan terjadi di beberapa kali dititik sudut penonton, setelah Via Valen menyanyikan lagu kedua Birunya Cinta. Beberapa penonton saling lempar botol bekas air mineral dan sepatu sandal.
Berkali-kali terjadi keributan bertambah parah, saat Via Valen membawakan lagu Malam Terkahir duet dengan Dedy Yon, yang akhirnya beberapa personil terpaksa meloncat pagar pembatas penonton untuk melerai.