![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Salah seorang siswi SMP di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), berinisial "DM" (17),
tetap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) meski dalam kondisi hamil 7 Bulan. Hal itu disampaikan Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara Kabupaten Brebes, Desi Niawati, yang mendampingi kasus DM, di kantornya, Rabu 25 April 2018.
Menurutnya, DM merupakan korban kekerasan seksual yang tengah mengandung 7 bulan berdasarkan keterangan RSUD Brebes. "Pelakunya merupakan teman dekat ayahnya yang juga ketua RW setempat. Inisialnya "AN" (45),” ujar Desi.
Dikatakannya, PPT Tiara Kabupaten Brebes, terus melakukan pendampingan terhadap DM. Yakni dengan melakukan konseling agar dia tetap mau melanjutkan sekolahnya dan melupakan trauma atas kejadian yang dialaminya.
Terpisah, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes, Iptu Puji Haryati membenarkan adanya kasus kekerasan seksual yang dialami DM. "Ya benar, saat ini berkas kasus kekerasan seksual yang dialami DM sedang dalam proses pelimpahan ke kajaksaan," terangnya.
Dijelaskannya, kasus kekerasan yang dialami DM itu, terjadi pada awal Mei 2017. Saat itu korban sedang di rumah, dan rumah dalam kondisi kosong. Sebab, ayahnya kerja serabutan sehingga jarang di rumah. Sementara ibunya berprofesi sebagai tukang, dan saat itu sedang menerima order.
"Dari pengakuan korban DM, pelaku yang merupakan teman dekat ayahnya ini, sudah melakukam perbuatan kejinya hingga 4 kali," tuturnya.
Ia melanjutkan, korban sudah mengenali pelaku karena teman akrab bapaknya. Sehingga saat itu tidak ada kecurigaan sama sekali. Namun tiba-tiba pelaku menyeret korban ke kamarnya. "Di situlah malapetaka bermula. Kejadian kemudian berlanjut hingga Januari 2018," tandasnya.