Derita Bertubi, Ibu Muda Alami Gangguan Jiwa
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Rabu, 11/04/2018, 06:12:46 WIB

Samah menerima kartu BPJS yang diserahkan oleh Sekcam Bumiayu, Eko Purwanto bersama Fatkhur Rozak dari Puspaga Brebes (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Derita bertubi tak kunjung pergi, itu lah yang dirasakan Saroyah (25), ibu muda dengan satu anak warga Dukuh Kaligadung, Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Saroya yang tinggal satu keluarga bersama ibunya, Samah (72) dan anaknya yang masih berusia 10 tahun berinisial AM.

Saroya kini mengalami gangguan kejiwaan setelah menjadi korban perkosaan lelaki biadab yang tak bertanggungjawab.

Saroya bersama ibu dan anaknya ini sehari-hari menempati sebuah rumah kecil yang amat sangat sederhana di tengah area perkebunan yang berjarak 300 meter dari pemukiman warga.

Kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan secara ekonomi. Tidak ada kepala keluarga yang mencarikan nafkah keluarga ini. Untuk makan sehari-hari seringkali dibantu dari orang lain dan warga terdekat.

Sekcam Bumiayu, Eko Purwanto mengatakan, rumah tersebut dihuni oleh tiga orang. Nafkah keluarga semula mengandalkan dari Samah yang bekerja sebagai buruh. Namun kini Samah, tidak lagi mampu bekerja lagi karena faktor usia.

"Informasinya dulu kerja buruh tani, tapi sekarang tidak kuat kerja, sehingga nyaris tidak memiliki penghasilan yang pasti," ujarnya saat berkunjung ke rumah Saroyah, Rabu 11 April 2018.

Saroyah juga mengalami gangguan jiwa. Informasinya, dia mengalami gangguan jiwa sejak menikah 10 tahun silam. Saroyah menikah sekitar umur15 tahun dan tidak menyelesaikan pendidikan SMP.

Saat hamil anak pertama, dia ditinggal suaminya pergi dan tidak pernah kembali lagi. Anaknya saat ini berumur 10 tahun.

Beberapa tahun kemudian, dia menikah sirri dengan lelaki lain yang semula bermaksud untuk mengobatinya. Namun suaminya juga pergi meninggalkannya setelah anak kedua ini lahir dengan membawa bayinya.

Penderitaan Saroyah belum berakhir sampai disitu. Dia juga korban tindak perkosaan hingga hamil. Beberapa hari setelah melahirkan, anak ketiga Saroyah meninggal dunia.

Kondisi keluarga ini berdampak pula pada anak Saroyah. Sebagai anak yang ditinggal bapaknya dan memiliki ibu dengan gangguan jiwa, Amn kerap mendapat ejekan dari teman sekolahnya.

Kondisi Saroyah dan anaknya ini mendapat perhatian dari Pusat Pendidikan Keluarga (Puspaga) Brebes dan juga Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

M Fatkhur Rozak dari Puspaga pun mengupayakan pengobatan terhadap Saroyah yang mengalami gangguan jiwa. Saroya pun kini dirujuk ke Klinik Khusus Jiwa Ahmad Kamali di Bumiayu agar dapat kembali sembuh normal.

"Alhamdulillah kemarin sudah kita buatkan kartu BPJS untuk keperluan pengobatan Saroyah, dan juga untuk ibu dan anaknya," ungkap Rozak.

Selain itu, juga sedang berupaya untuk memindahkan AM dari sekolah lama. Hal ini untuk menghindari agar tidak dibully oleh teman-temannya.