Fakta, Program Heru-Gono Sudah Diuji Coba Pemkot
-LAPORAN SL. GAHARU
Sabtu, 07/04/2018, 03:41:50 WIB

Calon Walikota Tegal, Herujito

PanturaNews (Tegal) - Dua dari Program 5 Sempurna pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 5 yang diusung PDI Perjuangan, Herujito-Sugono (Heru-Gono) dengan jargon SREG, sudah diuji coba oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. Itu membuktikan bahwa program itu baik dan realistis.

Dua program itu adalah Dokter Jemput Pasien yang diuji coba di Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Program lainnya adalah Pelayanan Tanpa Antri yang diuji coba di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, dengan nama i-Mintaragen.

“Itu fakta, boleh dicek. Artinya, Program 5 Sempurna Heru-Gono, sangat baik,” ujar Herujito pada Konsolidasi dengan kader Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Bandung di Rumah Kasirun Jalan Ki Ageng Tirtayasa, Jumat 06 April 2018 pukul 20.00 WIB.

Menurut Herujito, Program 5 Sempurna sudah dikampanyekan PDI Perjuangan sejak tiga bulan lalu. Program yang digodog oleh Tim Pemanangan DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, beberapa hari belakangan sudah digunakan Pemkot dan diuji coba di dua kelurahan.

“Saya pastikan program Heru-Gono masuk akal. PDI Perjuangan tidak akan memberi program yang tidak masuk akal, atau program yang hanya sekedar retorika,” tegas Herujito.

Dikatakan, program Program 5 Sempurna Heru-Gono kalau disimulasikan, program itu ngurusi dari bayi lahir sampai ke liang lahat. “Itu memang menjadi tanggung jawab pemimpinnya. Walikota itu wajib memperhatikan warganya. Makanya Heru-Gono Sreg punya Program 5 Sempurna.

Dijelaskan, program yang pertama adalah PAUD gratis. Kalau ada kandidat lain ngomong tentang mutu pendidikan, yang akan ditingkatkan apanya? Kalau program Heru-Gono itu jelas, meningkatkan pendidikan dimulai dari anak usia dini.

“Saya tanya kepada Ketua DPRD Kota Tegal, Mas Uyip, apakan untuk program PAUD gratis ada anggaranya? Jawabnya ada. Kalau walikotanya mau, dananya pasti ada. Itu tergantung niat baik walikotanya,” tuturnya.

Program yang kedua, program dokter jemput pasien untuk lansia dan ibu melahirkan. Program ini adalah bentuk bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan. Ini adalah program yang bukan sekedar retorika. PDI Perjuangan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga, yaitu dengan program dokter jemput pasien.

“Program ini dicontoh oleh pemerintah kota, itu benar, boleh dicek. Itu artinya program dokter jemput pasien sangat baik dan masuk akal. Dan program yang digodok di stuktural DPC PDI Perjuangan Kota Tegal ini, menjadi prioritas Heru-Gono,” ujarnya.

Program dokter jemput pasien, sudah dilakukan oleh kader PDI Perjuangan terbaiknya di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Daerah ini luas wilayahnya sepuluh kali Kota Tegal, dan berhasil menjalankan program ini.

“Setelah saya mempelajari, program dokter jemput pasien, sangat bisa dijalankan di Kota Tegal yang hanya punya empat kecamatan, dan 27 kelurahan. Kita tinggal menambah tenaga medis, menambah ambulan di setiap Puskesmas. Partanyaanya apakah ada anggaranya?,” tuturnya.

Ketika pertanyaan itu ditanyakan ke Ketua DPRD Kota Tegal, H Edy Suripno, SH,MH jawabanya dana untuk itu dipastikan ada. Intinya, untuk menjalankan program yang baik, dana itu bisa dianggarkan.

“Karena Ketua DPRD Kota Tegal adalah Ketua DPC PDI Perjuangan, dan walikotanya juga dari PDI Perjuangan, maka segala urusan akan didukung,” katanya.

Sedangkan program Heru-Gono Sreg yang ketiga, adalah mempermudah pinjaman modal kepada UMKM sebesar Rp 5 sampai Rp 20 juta. Namun UMKM tidak hanya diberikan modal, tapi diberikan juga pendamping.

“Kalau tidak diberikan pendamping, dana untuk modal bisa saja habis dalam dua hari untuk keperluan yang tidak penting. Fungsi lainnya dari pendamping, akan memberikan teknik-teknik pemasaran yang baik. Sedangkan Pemkot Tegal, akan memberikan pelatihan-pelatihan. Dan kalau bicara soal tenaga kerja, sector UMKM adalah penyerap tenaga kerja terbanyak,” jelasnya.

Selanjutnya, program ke empat adalah Pelayanan Tanpa Antri. Program ini dirancang PDI Perjuangan, ketika orang berkampanye tentang reformasi birokrasi, reformasi pelayanan. Lalu pertanyaanya, apa yang akan mereka lakukan.

“PDI Perjuangan sudah ngomong langsung dengan program pelayanan tanpa antri. Kalau ada warga, misalnya akan membuat Akta Kelahiran anaknya, kalau PDI Perjuangan yang memimpin, setiap kelurahan wajib berbasis ITE atau berbasis internet. Setiap kelurahan harus ada loket khusus,” jelasnya.

Loket khusus itu akan menangani administrasi masyarakat. Ketika warga datang untuk ngurus Akta Kelahiran, KK atau KTP, data langsung dimasukan. Selesai dalam hitungan menit, warga tinggal pulang. Ketika sudah jadi, petugas khusus dari kelurahan akan mengantarkan ke rumah warga.

“Dan program ini yang sudah kita luncurkan tiga bulan lalu, sudah dilakukan pula oleh Pemkot Tegal dengan mulai uji coba di Kelurahan Mintaragen. Artinya, program Sreg Heru-Gono sangat baik dan realistis,” tegasnya.

Dan program yang ke lima adalah penataan kampung nelayan dan pelabuhan. Pelabuhan bisa dimaksimalkan kerja sama dengan Pelindo. “Kalau walikotanya dari PDI Perjuangan, gubernurnya dari PDI Perjuangan, presidenya dari PDI Perjuangan, program ini akan terlaksana dengan lancar.