![]() |
|
|
PanturaNews (Kendal) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Jawa Tengah, meluncurkan program Padat Karya Tunai yang dihadiri seluruh Kepala Desa (Kades) di pendopo Kabupaten Kendal, Kamis 22 Maret 2018.
Peluncuran program Padat Karya Tunai secara resmi dilakukan oleh Kepala Baperlitbang Kendal, Winarno, SH, MM mewakili Bupati Kendal, dr. Mirna Anissa, MSi. Program Padat Karya Tunai merupakan mandat dari SKB 4 (empat) yaitu Kementerian Menteri Desa, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.
Dalam sambutannya, Winarno memaparkan bahwa tujuan program Padat Karya Tunai adalah untuk mengurangi kemiskinan, menurunkan angka stunting (kurang gizi kronis), untuk meningkatkan daya beli masyarakat Desa, memberdayakan masyakat desa khususnya bagi desa yang miskin dan marginal yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja dan teknologi lokal.
"Karena sumber dana untuk program padat karya tunai berasal dari anggaran Dana Desa. maka saya mengingatkan kepada Dispermasdes dan Pemerintahan Desa untuk segera menyelesaikan Peraturan Kepala Daerah tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa setiap Desa, Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa, agar penyaluran Dana Desa Tahap I Tahun 2018 dapat segera dilakukan dan dikerjakan," Tandas Winarno.
Winarno menegaskan, bahwa pelaksanaan Padat Karya Tunai di Desa harus inklusif, partisipatif, gotong royong, transparan, efektif, swadaya, swakelola dan yang paling utama adalah semua kegiatan harus disepakati dalam musyawarah desa. Sehingga pelaksanaan Padat Karya Tunai dapat menciptakan kegiatan yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat desa, namun tidak menggantikan pekerjaan tetap dari penduduk dan menetapkan harga satuan kegiatan/hari orang kerja yang mengacu pada peraturan yang ada.
Sekretaris Bapermas Pemdes, Yanuar Fathoni, SSTP sebagai salah satu nara sumber menjelaskan bahwa jenis pekerjaan yang bisa dimasukkan dalam program padat karya tunai adalah pembangunan sarana dan prasarana Desa antara lain sarana pendidikan, alur sungai, saluran irigasi pertanian, jalan dan jembatan yang berskala Desa, serta tambahan alat pertanian atau nelayan. Sedangkan untuk pemberdayaannya bisa juga masuk untuk program ekonomi kreatif serta industri rumahan yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Keberhasilan pelaksanan program Padat Karya Tunai di Desa sangat bergantung pada dukungan, komitmen, kerjasama dan kemitraan antar Lembaga, Pemerintah Daerah serta pelaksanaan teknis oleh Pemerintah Desa dan masyarakat sesa setempat," pungkasnya.