Mobilisasi Kendaraan Berat PLTPB Kembali Disoal
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Senin, 19/03/2018, 05:51:17 WIB

Sosialisasi mobilisasi kendaraan alat berat untuk proyek PLTPB di Aula Kecamatan Paguyangan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Masyarakat, Kabupatan Brebes, Jawa Tengah, kembali persoalkan mobilitas kendaraan pengangkut alat berat proyek Pusat Listrik Tenaga panas Bumi (PLTPB). Pasalnya, hilir mudiknya kendaraan berat tersebut dituding mengakibatkan kerusakan jalan dan rumah-rumah warga sekitar jalan mengalami keretakan.

Warga Desa Pandasari, Wahyono mengatakan, bahwa jalan dan rumah di pedukuhan atau dusun pinggir jalan utama Kretek-Kaligua banyak yang rusak. Rumah yang rusak mengalami retak-retak itu ada di tiga perdukuhan, yakni Igirpanjang, Taman, dan Tretepan.

"Rumah saya sendiri yang berada di ponggir jalan utama selalu bergetar ketika ada mobilisasi kendaraan berat," ungkapnya saat dilakukan sosialisasi mobilisasi alat berat di Aula Kecamatan Paguyangan dengan PT SAE selaku pelaksana proyek PLTPB.

Sementara itu, Rohmat salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan, bahwa akibat mobilisasi kendaraan berat telah mengakibatkan jalan rusak. Pada beberapa titik juga mengalami retak-retak sehingga rawan terjadi longsor.

"Kalau jalan rusak dan terjadi longsor maka masyarakat yang akan merasakan penderitaan," katanya.

Wahyono dan Rahmat menuntut pertanggungjawaban PT SAE untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang rudak dan belum mendapatkan kompensasi. Begitu juga jalan yang rusak agar terlebih dahulu diperbaiki sebelum mobilisasi kendaraan berat dilanjutkan.

"Kepentingan masyarakat jangan sampai tidak diperhatikan, kalau jalan rusak atau longsor dan tidak diperbaiki makan masyarakat yang kan mengalami penderitaan, karena perekonomiannya terganggangu," terang Rahmat.

Sementara itu, Manager Area PT SAE Bintang Sasongko menyatakan telah memperbaiki seluruh dampak kerusakan akibat mobilisasi. Seperti pelebaran di lokasi longsor yang lalu kita sudah perlebar ruas jalannya.

"Tapi pelebaran sebatas lahan bahu jalan milik pemerintah," katanya saat memaparkan.

Bintang menyatakan, bahwa PT SAE telah melakukan perbaikan sebanyak 20 dari 32 rumah yang rusak di Desa Pandansari. Rumah-rumah yang belum diperbaiki belum menanggapi tawaran untuk dilakukan pebaikan.

"Kita bukannya tidak ada kemauan memperbaiki. 12 rumah itu telah kita tawarkan, namun pemiliknya memang masih enggan diperbaiki," terang Bintang.

Masalah jalan yang rusak, Bintang mengungkapkan tidak selalu faktor mobilisasi kendaraan PLTPB, tapi juga karena saluran air atau drainase yang tidak ada. PT SAE memiliki dokumentasi masalah penyebab kerusakan jalan tersebut.

Sementara itu, Asisten I Setda Brebes H Athoillah yang memimpin sosialisasi tersebut mengingatkan kepada semua pihak agar tetap mendukung adanya proyek nasional PLTPB tersebut.

"Proyek nasional untuk kepentingan masyarkat secara luas harus kita dukung dan jaga kondusifitasnya," katanya.

Menurutnya, proyek besar tentu ada dampak psoitif dan juga dampak negatifnya. Karenanya yang terpenting bagaimana dampak negatif dapat diminimalkan atau sekecil mungkin.

"Karena itu PT SAE juga harus memperhatikan maslah kesepakatan yang telah dibuat dengan masyarakat sebelumnya," kata Athoillah.

Sosialsiasi selain diikuti oleh warga juga dihadiri Kasdim Brebes Mayor Inf Arief Soeharsono dan Waka Polres Brebes Kompol Wahyu serta pejabat Muspika Paguyangan.