Kisah Seorang Nenek Jadi Tukang Tambal Ban
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 07/03/2018, 08:27:14 WIB

Siti Khasanah nampak sedang mengganti ban sepeda motor milik pengendara.(Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Usianya sudah terbilang cukup lanjut, namun wanita yang satu ini tidak seperti kebanyakan kaum wanita pada umumnya. Ya, wanita itu adalah Siti Khasanah, yang saat ini sudah menginjak usia 51 tahun.

Siapa sangka kalau wanita yang terbilang sudah menjadi seorang nenek, karena usianya yang sudah cukup lanjut itu, ternyata masih mampu bekerja keras. Yakni dengan berprofesi menjadi tukang tambal ban selama 24 jam, baik kendaraan roda dua maupun empat.

Jelas, profesi sebagai tukang tambal ban, selain harus sudah berpengalaman, juga dibutuhkan tenaga yang cukup kuat. Profesi itu, ternyata ia geluti selama 18 tahun hingaa saat ini.

Sejatinya, ia masih memiliki seorang suami dan dikaruniai empat orang anak. Dari empat anaknya itu, satu diantaranya sudah menikah dan berkeluarga sendiri.

Namun, karena persoalan dirinya beserta anak-anaknya yang sebelumnya beraga non Islam ingin menjadi seorang mualaf, lantas suaminya yang beragama non Islam ini tidak rela, hingga akhirnya pergi meninggalkannya.

Meskipun, sudah ditinggal pergi oleh suaminya selama dua tahun ini, namun ia pantang menyerah menjalani profesi sebagai tukang tambal ban.

"Saya buka tambal ban 24 jam. Tapi, kalau pas lagi tidur, kemudian ada yang membangunkan, karena ada yang ingin menambal ban, ya saya tetap layani," ucap Siti, yang memiliki usaha tambal ban di samping barat SMP Negeri 1 Bulakamba, Rabu7 Maret 2018.

Bukan hanya tambal ban sepeda motor saja, yang ia kerjakan. Melainkan, kendaraan roda empat seperti mobil pribadi, pick up, dan kendaraan roda empat lainnya, juga ia mampu kerjakakan, meski kadang dibantu salah seorang putranya yang sudah menginjak dewasa.

Penghasilan dari usaha tambal ban yang sudah ia jalani selama belasan tahun itu, kata dia, tidak menentu. "Namanya usaha tambal ban, kadang melayani, kadang tidak," tutur wanita, yang sembari bekerja sebagai pelayan di Yasayan Yatim Piatu Pondok Pesantren Assidiqiah Desa KLuwut, Kecamatan Bulakamba ini.