BPR Puspakencana Berbagi Dengan Kaum Dhuafa
-Laporan Takwo Heriyanto
Senin, 23/10/2017, 11:42:51 WIB

Direktur BPR Puspakencana, Soesnadi Akbar memberikan nasi tumpeng pada syukuran HUT ke 66 (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Puspakencana Brebes, Jawa Tengah, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-66 dengan menggelar serangkaian acara bagi masyarakat.

Diantaranya dengan melakukan kegiatan sosial, yakni berbagi dengan kaum dhuafa dan anak-anak yatim piatu. Seperti memberikan bantuan paket sembako kepada 500 kaum dhuafa dan santunan kepada 40 anak yatim piatu.

Direktur BPR Puspakencana Brebes, Soesnadi Akbar SE, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian sosial dari jajaran managemennya yang rutin dilaksanakan sejak periode jabatannya sebagai Direktur, tepatnya 2013-2017.

"Ada sebanyak paket sembako yang kami berikan untuk 500 kaum dhuafa. Selain itu, santunan kepada 40 anak yatim piatu sebesar Rp 250 ribu per anak beserta bingkisan paket sembako juga kami berikan," ujar Soesnadi Akbar di kantornya, Senin 23 Oktober 2017.

Menurutnya, kegiatan sosial berbagi dengan masyarakat tidak mampu itu, murni sumber pendanaanya dari gaji seluruh karyawannya yang dipotong 2,5 persen setiap bulannya.

"Alhamdulillah seluruh karyawan juga tidak keberatan, bahkan merasa senang dengan penghasilan yang diterima setiap bulannya itu diberikan untuk kegiatan positif di masyarakat. Sebab, BPR Puspakencana Brebes ini juga bagian dari milik masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat Kabupaten Brebes juga," tuturnya.

Dia menjelaskan, dengan pertambahan usia BPR Puspakencana, yang merupakan bank milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes ini, diharapkan semakin berkembang. Yakni dengan menerapkan prinsip murah hati yang bersih dan bertanggung jawab kepada sesama masyarakat yang turut membesarkan.

"Tentunya BPR Puspakencana Brebes ini bisa menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Brebes," ucapnya.

Dia menambahkan, dengan melihat perkembangan kinerja BPR Puspakencana Brebes selama kurun waktu empat tahun. Yaitu dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016, perkembangannya sangat baik.

Terutama peningkatan aset dan juga dalam perolehan laba yang diperoleh setiap tahunnya. Dimana hal itu sangat berdampak pada kontribusi Pendapatan Asli Daerah atau deviden.

"Dan yang lebih utama adalah BPR Puspakencana Brebes berpredikat sebagai BPR Sehat. Seperti, kredit yang bermasalah menurun drastis yang sebelumnya pada akhir tahun 2013, NPL sebesar 20,17 % menjadi pada akhir tahun 2016 2,86%," terangnya.

Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan aset juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari akhir tahun 2013 sebesar Rp 38.696.999.514,- menjadi akhir tahun 2016 sebesar Rp 55.220.3777.583, yakni mengalami kenaikan sebesar 14,23 %.

"Ini suatu prestasi yang sangat menggemberikan dan luar biasa. Tentunya semua itu atas hasil dari kerja tim, bukan pribadi," terangnya.

Atas kerja tim yang baik itu, BPR Puspakencana Brebes, alhamdulillah memperoleh penghargaan sebagai TOP BUMD AWARD 2017,  pada 24 Mei 2017 lalu, di Balai Kartini Jakarta.

Pengharagaan TOP BUMD 2017 itu diberikan, selain lembaganya, juga diberikan pembina  BUMD, yakni Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE, yang diwakili oleh Wakil Bupati Brebes Narjo SH.

"Termasuk penghargaan diberikan kepada kami sebagai TOP CEO BUMD. Dimana, kami masuk  13 besar  CEO terbaik dari 2000 lebih BUMD yana ada di Indonesia. Tentunya patut kita syukuri, karena prestasi ini diraih tidak lepas dari kerja tim di BPR Puspakencana Brebes yang  berjalan dengan baik," paparnya.