![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH berhasil menyelesaikan program Magister (S2) Ilmu Hukum pada Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Idza berhak menyandang gelar pendidikan Magister Hukum (MH), setelah diwisuda pada sidang Senat Terbuka Wisuda 74 Unissula Semarang, Sabtu 21 Oktober 2017 lalu.
“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa selesai juga menempuh Magister Ilmu Hukum di Unissula Semarang,” tutur Idza Priyanti dengan raut sumringah usai di wisuda di Auditorium kampus setempat.
Istri dari Kompol Warsidin SH, MH ini menceritakan kalau dirinya belajar di Unissula sejak Juni 2014, dan merupakan angkatan ke-24 pada program studi Magister Ilmu Hukum. Di sela kegiatannya sebagai Bupati, dirinya setiap Sabtu dan Minggu belajar ke Kampus dengan naik kereta api, ataupun diantar pakai mobil.
Bupati perempuan pertama di Brebes ini mengaku, sebagai manusia biasa tentu memiliki kekurangan terutama dalam ilmu pengetahun. Tentunya, kekurangan tersebut harus terus dilengkapi dengan cara berikhtiar menimba ilmu hingga akhir hayat.
Dia merasa, ternyata belajar ilmu hukum tidak melulu persoalan hukum saja, tetapi juga persoalan pemerintahan dan tata Negara, sosial, ekonomi dan lain-lainya yang korelasikan dengan hukum. Termasuk produk-produk hukum juga di pelajari sebagai bekal utuk menentukan kebijakan peraturan daerah (Perda), peraturan bupati dan kebijakan lainnya agar dalam mengelola pemerintahan tidak melanggar hukum.
Idza mengambil tesis tentang Hak Anak di kancah Kabupaten Layak Anak, dengan judul Kebijakan Daerah Dalam Perlindungan Anak Untuk Mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Brebes.
Dengan Tesis tersebut, berharap dirinya sebagai Bupati bisa mewujudkan dalam memenuhi hak anak di Brebes. Apalagi Kabupaten Brebes sudah meraih predikat KLA tingkat Madya, selanjutnya agar bisa meningkat menjadi tingkat Ninda dan KLA Utama.
Idza juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan kerja dan masyarakat Brebes yang turut mendorong dan mendoakan dirinya sehingga bisa menyelesaikan kuliah.
“Mohon doa restunya, semoga ilmu yang saya peroleh bermanfaat,” pinta Ibu dari Raihan Rakha, Elsanthi Nabiihah Salma, Elshinta Nafiisah Salma dan Muhammad Rafi Danendra.
Wanita Kelahiran Tegal 9 Januari 1971 ini, mengejar Magister juga agar menjadi motivasi bagi anak-anaknya agar giat belajar. Meskipun dirinya dipercaya sebagai Bupati, juga gigih dalam belajar. “Belajar itu, sepanjang hayat dan merupakan ibadah,” ungkapnya.
Sidang Senat Terbuka Wisuda 74 Unissula dipimpin langsung Rektor Unissula H Anis Malik Thoha LC MA PhD, menyampaikan arti hijrah pendidikan dengan landasan nilai-nilai Islam sebagai tongkat yang dipegang teguh menuju kebaikan dunia akherat.
Dengan berlandaskan agama, diharapkan para wisudawan bisa membaktikan diri di masyarakat dengan patokan akhlak yang mulia.
"Pintar saja bukan jaminan yang berharga, namun berbudi pekerti akan selalu dihargai," ujarnya.
Memadukan intelektualitas dan pembinaan karakter mulia rupanya telah menjadi tumpuan harapan bagi sebagian besar orang tua.
“Perubahan paradigma masyarakat ini harus disikapi dengan bijaksana. Sebab kalau pendidikan Islam ini gagal mengawal perubahan ini, maka kegagalan membina generasi akan menimbulkan persoalan yang makin serius di masa akan dating,” ujar Rektor.
Kegagalan pendidikan Islam, akan menimbulkan bencana alam dan bencana kemanusiaan, Maka wisudawan Unissula yang memiliki latar belakang pendidikan Islam yang kuat, hendaknya membawa manfaat dengan bakti yang ikhlas, sebagai rahmatan lil alamin.
Idza Priyanti sebelumnya menempuh pendidikan di SD Ikhsaniyah 2 Tegal lulus 1984, SMP Negeri 13 Kota Tegal lulus 1987, SMA PGRI Kota Tegal lulus 1990, D III di STIE Kerjasama Jogjakarta, jurusan Perbankan lulus 1994 dan Sarjana Ekonomi UPS Tegal lulus 2012.