KAHMI Minta Pemerintah Batalkan Proyek Panas Bumi
-Laporan Zaenal Muttaqin
Senin, 03/07/2017, 05:06:42 WIB

Pengurus KAHMI dan HMI Bumiayu foto bersama usai menggelar FGD dan Halal Bihalal (Foto: Dok/JAR)

PanturaNews (Brebes) - Korp Alumni Himpupan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bumiayu Raya yang meliputi wilayah selatan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendesak pemerintah pusat untuk mengkaji ulang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di kawasan gunung Slamet. Desakan tersebut disampaikan melalui rilis yang disampaikan oleh pengurus KAHMI, Senin 03 Juli 2017.

Desakan untuk menghentikan proyek PLTPB atau Geothermal tersebut merupakan hasil dari Focus Group Discussion (FGD) dan Halal Bihalal Presedium KAHMI Bumiayu dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah Bumiayu, Minggu 02 Juli 2017 sore.

FGD dihadiri oleh ketua Presedium KAHMI Bumiayu, Muhammad Ma'ruf yang juga Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Brebes. Hadir pada FGD pula, Sekretari KAHMI Bumiayu Ahmad Mafrukhi yang anggot DPRD Brebes dan Bendahara Umum Pengurus Besar HMI Aristianto Zamzami.

Dalam rilis disebutkan, progres proyek PLTPB sampai sekarang adalah konstruksi jalan dari embung atau wellpad C di daerah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes menuju wellpad F di bagian utara Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Area rencana konstruksi berada di zona yang rawan longsor, pergerakan tanah tinggi, lereng curam.

KAHMI juga mendesak harus ada sikap yang jelas dari seluruh elemen masyarakata seperti para birokrat, politisi Ormas, Akademisi, LSM maupun kelompok masyarakat. Elemen masyarakat tersebut agar bergerak sesuai aturan hukum dan kompak.

"Mari bergerak dengan cara tidak melanggar hukum dan demokratis," kata Ma'ruf.

KAHMI juga juga meminta kepada pihak-pihak yang setuju dengan adanya PLTPB untuk dapat memberikan jaminan kepada warga masyarakat bahwa tidak akan ada lagi air keruh, krisis air bersih, tanah longsor dan banjir bandang.