![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) - Aparat kepolisian diminta untuk secepatnya mengusut tuntas kasus kecelakaan kereta api (KA) yang terjadi di perlintasan KA Desa/ Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu 02 Oktober 2010. Hingga pukul 15.00 WIB korban tewas bertambah menjadi 36 orang, sedang puluhan korban lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama itu, telah merenggut puluhan nyawa manusia. Ini bisa saja terjadi akibat kelalian petugas PT KAI. Permintaan tersebut disampaikan Bupati Pemalang, HM Machroes SH saat meninjau lokasi kejadian. "Kejadian ini harus diusut secara tuntas," kata Machroes kepada PanturaNews.
Menurut Machroes, meski kejadian tersebut merupakan musibah, namun siapapun pihak-pihak yang menjadi penyebab akibat kelalain mereka harus bertanggung-jawab. "Siapapun pihak-pihak bersalah atas terjadinya musibah ini harus bertanggung-jawab. Untuk itu, kami minta agar kepolisian bisa secepatnya mengungkap kasus ini," tandasnya.
Saat ini, polisi telah mengamankan dua masinis KA Argo Bromo Anggrek, M Khalik dan Hadis Jiyono. Kedua masinis ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pemalang.
Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kapolres Pemalang AKBP Sofyan Agus Nugroho mengaku, belum bisa menjelaskan secara rinci hasil pemeriksaan terhadap kedua masinis KA Argo Bromo Anggrek tersebut.
Sementara itu, dari penelusuran PanturaNews, tabrakan maut yang terjadi sekitar pukul 02.44 dinihari itu diduga terjadi akibat kesalahan pemindahan jalur KA. Hal tersebut, disinyalir terjadi akibat kelalaian petugas PT KAI yang bertugas di Stasiun KA Petarukan.
Akibatnya, KA Senja Utama dengan masinis Sudarsono yang sedang berhenti tak jauh dari stasiun KA Petarukan, sacara tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh KA Argo Anggrek yang melaju dari arah yang sama.
Benturan keras tersebut mengakibatkan gerbong ke 9 KA Senja Utama hancur, sedangkan gerbong 6 terbalik dan keluar dari rel. Tabrakan yang terjadi tak hanya mengakibatkan kedua badan KA mengalami rusak berat, namun puluhan penumpang menjadi korban.
Saat ini, sedikitnya sudah diidentifikasi 36 korban tewas, sedang puluhan korban lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban dimungkinkan akan bertambah karena saat ini proses evakuasi terhadap para korban yang terjepit gerbong kereta masih berlangsung.
Sayangnya, Kepala Stasiun KA Petarukan Heri Budi Santoso saat coba dikonfirmasi oleh PanturaNews masih bungkam. Heri yang terlihat shock akibat kejadian ini, enggan memberi keterangan kepada wartawan.
Daftar Nama Korban Meninggal yang sudah teridentifikasi:
1. Budi Setiawan - Jalan Flamboyan RT 03 RW 04 Semarang
2. Hertiyono SE - Jalan Gayam No 5 RT 04 RW 16 Desa Wonodri Semarang
3. Hana Adiwarsito - Kampung Rembel Semarang
4. Yeni - Ungaran
5. Abdreas Rudy Kristanto - Salatiga
6. Fikri Handika Khoir - Bekasi
7. Bahtiar Oktaviandi - Cempaka Baru Kemayoran, Jakarta
8. Fredy Adopan Sihombing - Jalan Damarlaut No 32 RT 04 RW 04 Tebing Tinggi
9.Verish Dahalang – Gedongsongo RT 03 RW 02 Manyaran Semarang Barat
10. Eko Setiawan – Desa Kebumen RT 06 RW 02 Sukorejo, Kendal
11. Tohirin – Binagria Blok BII No 78 RT 07 RW 04, Pekalongan Barat
12. Kolonel Yulianto – Dephan
13. Budisuyanto – Jl Bidar B5 / 8 Kelapa Dua, Jakarta
14. Maryono – Komplek Mitra Bekasi Blok G18 RT 01 RW 01 Duren Jaya Bekasi
15. Ismail Anwar – Jalan Lorong No 100 RT 03 RW 02 Koja Jakarta Utara
16. Widiasandi S – Jl Galungan 11 / 61 RT 02 RW 06 Krapyak, Semarang
17. Heri Pramono – Asrama Yonif 320 Tapos
18. Eko Suwondo – Jalan Borobudur Utara RT 06 RW 03 Mangaran
19. Bayu Sakti – Ungaran
20. Danang Fajar S – Pokoh Pal Bapang, Bantul.