![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Memasuki H+4 Lebaran, arus lalu-lintas di lintasan ruas jalur alternatif Pantura, Kecamatan Ketangungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dipadati kendaraan yang masuk dari arah selatan (Purwokerto, Banyumas) lewat jalur Klonengan, Margasari, Kabupaten Tegal. Di titik tertentu terjadi kepadatan arus, sehingga terjadi antrian kendaraan sepanjang lima kilometer.
Pantauan PanturaNews, Selasa 14 September 2010 pukul 13.00 WIB, di Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan, arus mudik yang menggunakan mobil pribadi maupun sepeda motor (SPM) mengalami kepadatan. Ratusan kendaraan yang mengular sepanjang lima kilometer merayap.
Hal itu terjadi karena intensitas arus lalulintas kereta api (KA) yang tinggi di palang pintu KA perlintasan 200 meter sebelum pertigaan Dermoleng, Ketanggungan. Sementara antrian juga terjadi dari palang pintu KA hingga Terminal Ketanggungan sepanjang tiga kilometer.
“Antrian panjang dimulai dari pertigaan Dermoleng hingga kota Ketanggungan. Ini terjadi karena kereta api yang lewat jarak waktunya cukup rapat,” ujar Maskuri Ramdhan (36), warga Desa Kubangwungu, Ketanggungan.
Peningkatan arus baik pada H+4 lebih tinggi volumenya dibanding pada H+3. Namun kepadatan tersebut tidak mempengaruhi arus keluar masuk kendaran di depan Exit Tol Pejagan–Kanci, karena sepeda motor yang akan menuju arah Cirebon atau Jakarta, dibelokkan ke kiri menuju jalan alternatif Ketanggungan–Ciledug, Jawa Barat, tidak melewati jalur Pantura.
Kepadatan juga terjadi di arus berlawanan dari arah Terminal Ketanggungan hingga Kubangwungu. Sehingga untuk pemudik dari arah Yogyakarta atau Purwokerto yang melintasi jalur alternatif Ketanggungan, untuk beristirahat di depan Masjid Jami Kubangwungu. “Tempat peristirahatan di depan Masjid Jami Kubangwungu, selain mempunyai fasilitas MCK yang nyaman dan dikelilingi pedagang makanan yang ramah, juga mempunyai tingkat keamanan yang tinggi,” tambah Maskuri.