![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sekelompok massa yang mengatasnamakan LSM Pampera, menggelar unjuk rasa turun ke jalan raya. Mereka menanam pohon pisang serta menebarkan beberapa ikan di jalan provinsi ruas Bumiayu-Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di jalur Desa Kaliwadas dan Kalilangkap, Kecamatan Bumiayu, Sabtu 04 September 2010 siang.
Aksi massa yang jumlahnya puluhan itu, sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang di beberapa titik mengalami kerusakan, berlubang. Protes juga dilancarkan atas pembangunan jembatan yang molor, serta banyaknya pohon kering yang dibiarkan sehingga sangat membahayakan bagi penggunan jalan.
Kordinator aksi demo, M Jamil mengatakan, aksi dilakukan demi kepentingan bersama dalam menjaga keselamatan jiwa pengguna jalan raya Bumiayu-Salem. "Belasan pohon tinggi yang ada di sepanjang jalan telah mati dan kering, tapi dibiarkan tidak ditebang, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan," katanya.
Pada beberapa titik jalan juga mengalami kerusakan, berlubang dan berkubang air, akibat tidak tertatanya draenase yang ada di kedua sisi jalan. "Semestinya, Bina Marga propinsi melakukan penataan sehingga kondisi jalan tidak cepat rusak," tutur Jamil.
Pada aksi itu, massa juga sempat mendatangi lokasi pembangunan Jembatan Jurang Jeruk yang berada di jalur Desa Kalilangkap, Bumiayu yang dinilai lamban. Sehingga seringkali menghambat kelancaran arus lalulintas. "Sudah berbulan-bulan pembangunan jembatan tidak selesai, sementara kondisi jembatan darurat sangat membahayakan pengguna jalan," ketus Jamil.
Sempat terjadi dialog antara massa dengan pelaksana proyek pembangunan Jembatan Jurang Jeruk, Tantoro yang menjelaskan keterlambatan pembangunan karena terkendala pemesanan box culvet. Tapi akhirnya pelaksana bersedia untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum Lebaran. "Ini terlambat karena box culvet dipesan di Surabaya," terangnya.
Aksi demo yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalan aman, mendapat pengawalan dari petugas Polsek Bumiayu. Pendemo juga mengusung beberapa spanduk yang berisi protes dan permintaan pada Gubernur Jawa Tengah untuk menegur Bina Marga.