Puluhan Kader PAC PDI Perjuangan Beri Dukungan Moral Indra Kusuma
GHYI-SL. Gaharu & Adi Purnomo
Selasa, 31/08/2010, 03:11:00 WIB

Kader PDI Perjuangan foto bersama Indra Kusuma di Pengadilan Tipikor, Jakarta sebelum sidang digelar. (FT: Humas Setda Brebes)

PanturaNews (Jakarta) – Sidang korupsi pengadaan tanah dengan terdakwa Indra Kusuma kali ini terasa lain, karena kehadiran puluhan kader PDI Perjuangan Kabupaten Brebes di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 30 Agustus 2010 siang.

Sejak pukul 09.00 WIB, puluhan kader PDI Perjuangan sudah menanti kedatangan Bupati Brebes Indra Kusuma yang sudah dinonaktifkan, datang dari LP Cipinang untuk menjalani sidang lanjutan. Begitu Indra Kusuma keluar dari mobil tahanan, beberapa kader langsung memeluk dan memberi dukungan agar selalu kuat menjalani persidangan.

“Sebenarnya kami sejak awal sidang sudang punya niat datang ke Pengadilan Tipikor ini, untuk memberikan dukungan moral kepada Pak Indra sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes, tapi komandan kami baru mengijinkan sekarang ini,” ujar Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tonjong, Suwito.

Puluhan kader PDI Perjuangan yang datang ke Jakarta kali ini terdiri dari ketua dan sekretaris serta kader PAC Larangan, Tanjung, Songgom, Jatibarang, Tonjong, Bumiayu, Wanasari dan lainnya. Untuk PAC lainnya, juga secara bergilir akan ke Jakarta untuk memberi dukungan moral.

Dikatakan Sekretaris PAC Bumiayu, Kusnadi, dia dan teman-teman lainnya sebagai kader yang baik sangat menghormati Indra Kusuma sebagai ketua DPC. Menurutnya, selama PDI Perjuangan Brebes dipimpin Indra Kusuma, bisa membawa partai berlambang banteng moncong putih ini lebih baik dan maju.

“Kami belum menemukan kader pengganti yang sebaik Pak Indra. Karena itu jika memang bisa, kami tetap akan mempertahankan Pak Indra sebagai ketua DPC. Kami percaya, dalam perkara ini Pak Indra hanya sebagai korban politik,” ujar Kusnadi saat ditemui di ruang tunggu Pengadilan Tipikor.

Diakui beberapa kader, memang ada wacana yang berkembang ketika Indra Kusuma divonis bersalah, maka akan terjadi kekosongan pimpinan. Tapi para kader belum bisa menerima adanya pergantian, karena selama ini belum ditemukan kader sebaik dan loyal seperti Indra Kusuma.

“Kader pengganti yang sebaik Pak Indra belum ditemukan. Jadi kalau Pak Indra bisa bebas, kami tetap akan mempertahankan beliau sebagai ketua DPC,” tambah Suwito.