Berbahaya, Ngabuburit Ramadhan di Sepanjang Rel KA
ZM-Zaenal Muttaqin
Selasa, 24/08/2010, 19:01:00 WIB

Tanpa menghiraukan keselamatan, beberapa remaja dan anak ngabuburit di rel KA. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Tonjong) - Ada banyak cara untuk menunggu waktu berbuka puasa, atau yang lazim disebut dengan ngabuburit. Warga di Dukuh Karangsawah, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah misalnya, mempunyai kegiatan ngabuburit yang cukup menantang.

Setiap sore menjelang waktu maghrib di bulan puasa, mereka berkerumun dan bermain di sepanjang rel kereta api (KA). Tak peduli dengan keselamatan, mereka tampak asyik bermain-main di lintasan kereta jalur Cirebon-Kroya.

Mereka tak takut dengan hilir-mudik kereta yang melintas, nyali warga yang terdiri dari orang tua, remaja dan anak-anak ini, memang cukup besar. Padahal kurang hati-hati sedikit saja, nyawa taruhannya. ”Tempat ini setiap hari menjelang maghrib selalu ramai. Kebetulan rumah saya tak jauh dari sini,” tutur Dian (17) kepada PanturaNews, Selasa 24 Agustus 2010 sore.

Menurut Dian, warga sudah terbiasa ngabuburit di rel KA dan sudah hafal benar kapan waktunya KA lewat. Sejauh ini juga belum pernah ada warga yang tertabrak kereta. "Kita sudah tahu kapan kereta lewat, biasanya langsung minggir begitu ada sirene tanda kereta akan lewat," katanya.

Sementara itu, petugas penjaga pintu perlintasan KA Karangsawah, Hendrawan mengatakan, selama Ramadhan ada semacam kebiasaan buat warga di sekitar lingkungan ini untuk bermain di rel KA. Dia tak bisa melarang ketika warga sedang bermain-main di rel KA. "Sudah menjadi kebiasaan warga disini dan tidak mungkin bisa dilarang," tuturnya.

Dikatakan, di pos penjagaannya juga sudah dilengkapi dengan alarm otomatis dan dipasangi pengeras suara. Sehingga kalau ada KA mau lewat, maka alarm berbunyi dan palang pintu perlintasan KA menutup secara otomatis. "Tanpa diperintah warga baik yang dewasa maupun anak-anak langsung turun dari rel dan menjauh," ucap Hendrawan.