Proyek Peningkatan Jalan Desa Pengarasan Dikeluhkan
ZM-Zaenal Muttaqin
Rabu, 18/08/2010, 12:09:00 WIB

Salah satu warga di lokasi proyek peningkatan jalan Sindangwangi-Cikamuning, yang dikawatirkan kualitasnya. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Bantarkawung) - Proyek peningkatan jalan Sindangwangi-Cikamuning, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dinilai warga setempat kurang bagus dan dikawatirkan akan cepat rusak.

Warga menduga campuran semen dengan pasir dan batu untuk pembuatan rabat beton pada proyek tersebut tidak standar. "Campuran semennya terlalu sedikit tidak sesuai standar, itu nantinya akan cepat rusak," keluh Tohir, warga Dukuh Cikamuning, Selasa 17 Agustus 2010 siang.

Menurut Tohir, proyek jalan Sindangwangi-Cikamuning didanai oleh Pemkab Brebes dengan anggaran lebih dari Rp 700 juta. Dengan anggaran sebesar itu, semestinya pekerjaan dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga benar-benar dapat bermanfaat maksimal bagi warga. "Kalau pekerjaannya tidak baik, sama artinya dengan membuang-buang anggaran," ketusnya.

Sementara berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, peningkatan jalan Sindangwangi-Cikamuning didanai oleh APBD Brebes sebesar Rp 712.380.000 tahun anggaran 2010 ini. Sebagai pelaksana pekerjaan, CV Tiga Permatan, Brebes dan pekerjaan di jadwalkan mulai 02 Juni hingga 29 September 2010 mendatang.

Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom ketika ditemui membantah penilaian dari sebagaian warganya tersebut. Sebaliknya, pekerjaan peningkatan jalan dikerjakan sesuai dengan perencanaan. "Pekerjaan sudah sangat baik, itu bisa dicek langsung di lokasi," ujarnya.

Dikatakan, proyek peningkatan jalan meliputi beberapa pekerjaan, antara lain rabat beton, talud, drainase, aspal shun sheet dan lainnya. Sebagian pekerjan itu dipercayakan padanya oleh pihak pelaksana proyek. "Kami dipercaya melaksanakan pembuatan rabat beton dan pembuatan talud serta drainase," tutur Nirom.

Lebih lanjut Nirom mengatakan, kekawatiran warga atas kualitas proyek merupakan hal yang wajar. Sebab, nantinya warga yang akan menikmati hasil pembangunannya. "Kritik itu wajar saja asalkan kontruktif," tandasnya.