65 Peserta Ikuti Konferensi PMR Jawa Tengah 2010 di Salatiga
SL-SL Gaharu
Rabu, 04/08/2010, 16:37:00 WIB

Para remaja menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pembukaan Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) 2010 di Pusdiklat PMI Jateng, Ngawen, Salatiga. (FT: Dok Humas PMI Jateng)

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) 2010, 03 hingga 08 Agustus 2010 di Pusdiklat PMI Jateng, Ngawen, Salatiga. Konferensi diikuti lebih dari 65 peserta perwakilan PMR Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Menurut Wakil Ketua bidang Organisasi dan SDM PMI Jawa Tengah, Dra. Hj. Frieda NRH MS, PMR merupakan wadah pembinaan anggota remaja PMI yang menampung motivasi, idealisme, pengalaman, dan ketrampilan remaja untuk mendukung kemajuan PMI. “Di PMR, remaja dapat mengekpresikan diri dan potensinya sebagai kader relawan dan pemimpin masa depan” tuturnya saat membuka konferensi.

Dikatakan Frieda, PMR bukan kegiatan ekstra di sekolah yang bersifat ekslusif, namun dapat mengembangkan dan berintegrasi dengan ekstra lain seperti Pramuka, musik, teater, musik dan lainnya. Remaja dituntut untuk bisa menjadi agen perubahan, sehingga harus memiliki karakter positif

Pemberdayaan peran remaja yang tergabung dalam PMR, menjadi salah satu tujuan dilaksanakan konferensi ini. Perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan bencana baik alam maupun kesehatan. Selama konferensi anggota PMR akan melaksanakan kampanye peduli lingkungan, pemanfaatan limbah (kompos) dan membuat media sosialisasi (hasta karya).

Konferensi juga akan memilih Koordinator Daerah Forpis (Forum Remaja Palang Merah Indonesia) tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang nantinya akan menindaklanjuti hasil konferensi untuk dilaksanakan sebagai program. Peran remaja dalam pengurangan risiko bencana pun menjadi salah satu materi konferensi tahun ini. “PMR dapat berperan langsung dalam mengurangi risiko bencana yang terjadi,” kata Frieda.

Pengembangan generasi muda melalui pembinaan PMR Sekolah, menjadi salah satu prioritas PMI dalam membentuk character-building remaja dalam bidang kepalangmerahan (kemanusiaan). Remaja merupakan aset masa depan yang perlu diarahkan dan dikembangkan sikap dan kemampuan menyikapi kondisi sekitarnya. (Naskah kiriman M. Nashir Jamaludin, Staf Humas PMI Jateng)