![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Sekurangnya 1,6 juta pencari kerja (Pencaker) di Indonesia yang tercatat di Departemen Sosial pada akhir tahun 2009, lowongan kerja yang tersedia hanya sebanyak 1,3 juta tenaga kerja. Dari jumlah itu, tenaga kerja yang sudah tercatat di berbagai perusahaan baru 754 orang.
Demikian diungkapkan Direktur Pengembangan Pasar Kerja, Dirjen Bina Penta, Hj Yunani Roaidah usai sambutan pada gelar Job Market Fair di PPIB, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu 4 Agustus 2010. Menurutnya, perbandingan antara tenaga kerja dan pekerjaan yang tersedia, adalah tiga pencaker untuk dua lowongan dan satu lapangan kerja.
“Pencaker itu belum tentu dia sebagai penganggur atau tidak bekerja. Bisa saja dia sudah kerja, tapi ingin mencari kerja yang lebih bagus dibanding pekerjaan sebelumnya. Data pencaker berasal dari pembuatan kartu kuning di setiap Dinas Sosial Tenaga Kerja,” ujar Yunani.
Dia mengatakan, para pencaker lebih baik mencari informasi melalui bursa kerja online (BKO) yang sudah disediakan di Dinas Sosial. Dengan begitu, pencaker bisa lebih leluasa mencari lowongan, juga bisa mendaftar langsung melalui layanan tersebut.
BKO yang sudah aktif di Kota maupun Kabupaten se Indonesia tahun 2010 ini sebanyak 146 tempat. Masing-masing disediakan dengan gratis di Kantor Dinas Sosial. “Di Dinsosnakertrans Kota Tegal juga sudah ada. Silahkan datang saja, gratis,” ujarnya.
Ditambahkan Yunani, ditargetkan pada tahun 2015 harus sudah ada 502 BKO di Kota/Kabupaten seluruh Indonesia. Dengan demikian, pengangguran bisa diminimalisir. Selain memberikan pelayanan BKO, pihaknya juga berkoordinasi dengan semua perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. “Selama ini yang sering terjadi banyak pengangguran karena kurangnya informasi untuk pencaker,” pungkasnya.