![]() |
|
|
PanturaNews (Kajen) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mentargetkan penjualan produk – produk daerah selama pelaksanaan Kajen Ekspo 2010 di Alun-Alun Kajen sebesar 6 miliar. Angka itu meningkat sekitar 20 persen jika dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya Rp 5 miliar selama pelaksanaan.
” Target penjualan kita selama 7 hari, dalam Kajen Ekspo Rp 6 miliar, setiap hari kita evaluasi, berapa omset yang terjual dari berbagai stand,” ujar Bupati Pekalongan Dra. Hj. Siti Qomariyah MA pada pembukaan Stand Kajen Ekspo 2010, kemarin.
Menurut Bupati, Kajen Ekspo tahun 2010 diikuti sebanyak 124 stand dan 400 pedagang kaki lima serta beberapa stand pendamping. Kegiatan itu selain untuk meningkatkan kreatifitas ekonomi dan menambah jaringan, juga untuk memajukan perekonomian baik di daerah maupun Jawa Tengah.
Di Pekalongan sendiri produk yang dapat diandalkan antara lain batik, palekat, jens dan industri lainya. ”Target sebesar Rp 6 miliar itu saya kira bisa tercapai, mengingat potensi yang ditampilkan cukup handal baik kwantitas maupun kwalitasnya,” tutur Siti Qomariyah.
Dikatakan, Kajen Ekspo mampu meningkat perekonomian masyarakat setempat hingga 20 persen, jika dibandingkan dengan transaksi yang terjadi diluar pelaksanaan dan pedagang sangat diuntungkan dengan adanya kegiatan tersebut. Transaksi yang terjadi pada pelaksanaan itu rata rata perhari mencapai Rp 80.000 juta hingga Rp 1 miliar. ”Di Kalangan pedagang kecil rata-rata transaksi berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 500.000 perhari, belum termasuk kategori sektor jasa seperti PDAM, kerajinan batik dan lain-lain,” katanya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo mengatakan, Kabupaten Pekalongan saat ini mempunyai banyak potensi, baik di sektor industri, pertanian maupun perikanan. Sektor industri, terutama batik telah mampu menembus pasaran internasional. Ia berharap, potensi itu terus dikembangkan dengan memberdayakan produk-produk lokal guna meningkatkan perekonomian masyarakat. ”Kami di jajaran Pemprov Jawa Tengah telah mengintruksikan kepada para pegawai untuk menggunakan seragam batik selama 2 hari, ini memberikan kontribusi yang baik bagi para produsen batik yang ada di Jawa Tengah, saya harap Pemkab Pekalongan pun bisa mengikuti kebijakan itu, paling tidak 3 hari para pegawai harus menggunakan seragam batik,” pinta gubernur.
Pengamat Ekonomi Ali Rosidin yang juga Anggota Yabpeknas Jawa Tengah mengatakan, Kajen Ekspo cukup berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di daerah setempat, namun belum maksimal. Sehingga Pemkab perlu memperpanjang jangka waktu pelaksanaan sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah setempat dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat. ” Kegiatan itu memang membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, namun belum optimal, kira-kira hanya 5 persen, karena event itu hanya berlangsung beberapa hari, Pemkab Pekalongan juga perlu menciptakan pasar-pasar agro bisnis dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat setempat lebih baik lagi,” katanya.