![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Menghadapi Pekan Olah Raga tingkat Provinsi (Porprov) yang rencananya berlangsung 2012 mendatang, KONI Kota Tegal, Jawa Tengah melalui cabang olah raga Tarung Derajat menggelar pertandingan kenaikan tingkat di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Minggu 01 Agustus 2010.
Dari pertandingan yang diikuti 42 peserta dari masing -masing kelas itu, diharapkan memperoleh bibit petarung tangguh yang akan diposisikan sebagai wakil Kota Tegal dalam pertandingan tingkat Provinsi.
Inspektur Pertandingan Tarung Derajat, Heru Hendrawan mengatakan, pertandingan Tarung Derajat yang diikuti 42 peserta itu, terdiri dari tingkatan kelas berdasarkan urutan berat badan. Masing-masing yaitu kelas 40-52 Kg diikuti 7 peserta, kelas 52-57 Kg diikuti 5 peserta, kleas 57-62 Kg diikuti 5 peserta, kelas 62-65 Kg diikuti 10 peserta, kelas 65-68 diikuti 4 peserta, kelas 68-75 Kg diikuti 10 peserta dan kelas bebas 5 peserta.
“Mereka ditandingkan berdasarkan katagori kelasnya masing-masing. Dari tiap kelas itu nanti akan muncul para petarung tangguh yang kelak dapat mewakili turnamen Tarung Derajat tingkat provinsi,” ujar Heru.
Menurut Heru, ada beberapa kriteria penilaian yang menjadi tolok ukur bagi peserta agar bisa lolos menjadi sang juara. Antara lain, teknik pemukulan. Pada dasarnya peserta diperbolehkan saling memukul secara bebas kecuali belakang kepala dan selangkangan. Jika hal itu dilakukan, maka peserta dapat dikenai diskualifikasi.
Kriteria lain yakni, gaya bertarung, peserta yang sengaja menjatuhkan diri lebih dari 3 kali akan terkena diskualifikasi. Lalu keseimbangan bertarung atau irama bertarung, dimana peserta harus bisa menyeimbangkan pertarungan menggunakan tangan dan kakinya.
“Peserta tidak diperbolehkan monoton menggunakan kaki atau tangan, keduanya harus digunakan secara seimbang. JIKA ini dilanggar dapat mengurangi nilai atau bahkan mendapat peringatan diskualifikasi,” kata Heru.
Lebih jauh Heru menjelaskan, olah raga Tarung Derajat yang dominan saling memukul itu sangat berbeda dengan olah raga sejenis yang berasal dari negeri Thailand, yakni Thai Boxing atau Kick Boxer. Menurutnya, dalam olah raga Tarung Derajat, peserta tidak diperbolehkan menyerang menggunakan sikut lengan atau lutut kaki serta dilatrang menyerang lawan tanding yang dalam kondisi sekarat atau terkapar. Hal tersebut sangat berbeda dengan thaiboxing atai kick boxer yang cenderung melemahkan lawan dengan cara brutal.
“Olah raga Tarung Derajat sangat bermanfaat untuk membentuk mental dan kepribadian individu supaya tangguh dan cepat tanggap menghadapi kondisi. Jadi bukan kepribadian kelompok yang dibentuk, tapi kepribadian individu,” ujarnya.
Sementara Ketua Harian Tarung Derajat Bahari, Stefanus Heriyanto mengatakan, olah raga Tarung Derajat yang merupakan olah raga asli Indonesia memiliki keunikan dan kekhususan yang tidak dimiliki cabang olah raga bela diri lainnya. Menurutnya, para peserta tanding Tarung Derajat hanya membutuhkan waktu 2 menit dalam setiap rounde untuk menjatuhkan atau melemahkan lawan. Total durasi pertandingan Taruing Derajat adalah 3 rounde.
“Semua peserta tanding Tarung Derajat ini adalah siswa latih Tarung Derajat dalam klub Bahari yang berpusat di halaman X-Cite karaoke Jalan S Parman, Kota Tegal. Mereka berlatih pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu tiap pukul 16.00 WIB. Saat ini kami rekrut pelatih handal dari Magelang yakni Kang Madi,” kata Stefanus.
Sedangkan Ketua Umum Tarung Derajat Bahari Kota Tegal, Ir. Edy Waluyo menegaskan, bahwa olah raga Tarung Derajat meskipun merupakan cabang olah raga baru di Indonesia, tetapi banyak peminatnya. Alasanya, karena olah raga ini bukan sekedar adu jotos atau berkelahi, akan tetapi peserta harus benar-benar menguasai teknik bertarung dan membutuhkan kecermatan, serta strategi agar bisa melemahkan lawan tanpa melanggar aturan main.
“Terus terang saja even gelar tanding Tarung Derajat kali ini diharapkan mencetak generasi Tarung Derajat yang tangguh dan handal untuk dipertandingkan dalam even yang sama tingkat provinsi maupun nasional,” tandas Edy.