![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Kereta Api (KA) barang dari arah Surabaya menuju Jakarta, anjlok usai melewati Stasiun Krengseng KM 51 Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat 30 Juli 2010 pukul 20.00 WIB. Akibatnya, semua KA dari Surabaya maupun Jakarta mengalami keterlambatan 4 sampai 5 jam.
Menurut Kepala Stasiun KA Kota Tegal, Achmad Zahid, Sabtu 31 Juli 2010 siang, semua kereta terlambat sekitar 4 sampai 5 jam bahkan bisa lebih. Sedangkan kereta yang menumpuk di setiap stasiun minimal dua kereta. Tergantung berapa jalur yang ada di stasiun sepanjang Tegal-Semarang.
“Saya pernah tugas di stasiun Pelabuhan, Batang tahun 2000 lalu. Memang di KM 51 antara stasiun Krengseng sampai Stasiun Pelabuhan terkenal angker. Sebab, Kamis 29 Juli 2010 pukul 16.30 WIB, di lokasi yang sama KA Argo Anggrek juga sempat anjlok. Ditempat itu memang sering ada kejadian yang janggal. Terutama di bibir pantai terdapat sumur tua yang tidak digunakan lagi,” terang Achmad kepada.
Dikatakan, kerugian kali ini anjloknya KA barang itu bisa mencapai miliaran. Namun demikian, itu baru prediksi, karena yang tahu persis tentang kerugian, hanya bagian administrasi saja.
Sedangkan KA yang mengalami keterlambatan, sedikitnya 22 KA penumpang dan 16 KA barang. Masing-masing kereta akan antri di setiap stasiun. Sebab, meski lokasi anjlok bisa dilalui, namun harus berhati-hati dan pelan.
“Biasanya kereta melaju dari Stasiun Krengseng menuju Stasiun Pelabuhan hanya ditempuh 10 menit saja. Namun dengan kejadian ini minimal ditempuh satu jam. Sebab saat melewati lokasi anjloknya KA harus sangat hati-hati,” ujarnya.
KA Kaligung jurusan Tegal-Semarang atau sebaliknya, sementara dinonaktifkan. Karenanya, seluruh tiket penumpang yang sudah dipesan, dikembalikan dengan uang penuh. “Di stasiun Pekalongan, kereta penumpang dari Jakarta sudah numpuk. Dengan begitu, terpaksa empat kereta Kaligung yang biasanya diberangkatkan, sementara hanya satu kereta ekonomi saja yang diberangkatkan. Sedangkan dua kereta bisnis dan satu ekonomi tidak berangkat,” jelas dia.
Sementara salah satu penumpang KA Brantas dari Surabaya tujuan Tegal, Sutrisno (30) saat turun mengaku lelah. Sebab keterlambatan kereta mencapai 11 jam. Menurut dia, seharusnya sampai di Tegal pukul 00.00 WIB. Tapi molor hingga pukul 10.00 WIB.
“Berhubung setiap stasiun berhenti sampai 3 jam lebih, maka keretapun terlambat sampai 11 jam,” keluh warga Jalan Raya Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu.