Munculnya El Nino, Akibatkan Musim Kemarau Tak Bisa Dipastikan
YN-Yerry Novel
Kamis, 29/07/2010, 15:19:00 WIB

Prakirawan Badan Meteorologi Krematologi dan Geofisika, Kota Tegal, Hendy Andriyanto.

PanturaNews (Tegal) – Stasiun Meteorologi III Kota Tegal, Jawa Tengah, belum bisa memastikan musim hujan akan berakhir dalam bulan Juli ini. Dalam prakiraan, faktor ini dilandasi dengan munculnya fenomena alam El Nino. Namun demikian, jika selama 10 hari tidak hujan, maka dipastikan musim hujan berganti kemarau.

Demikian diungkapkan Prakirawan Badan Meteorologi Krematologi dan Geofisika, Kota Tegal, Hendy Andriyanto di ruang kerjanya, Kamis 29 Juli 2010 pukul 13.00 WIB. Menurutnya, terjadinya El Nino karena suhu muka laut di perairan Tahiti terlalu dingin, sehingga tekanan udaranya tinggi.

Sedangkan di perairan Indonesia hangat dan tekanannya rendah. Dengan begitu, angin akan bertiup dari tekanan tinggi menuju tekanan yang rendah. Secara otomatis, akan menimbulkan uap air yang terbentuk terjadinya awan.

“Untuk itu, di wilayah Indonesia termasuk Kota Tegal, belum bisa dipastikan musim akan berubah dari hujan ke musin kemarau. Saat ini sedang terjadi fenomena alam Lalina. Di Indonesia akan cenderung timbul awan yang mengakibatkan terjadinya turun hujan,” terang Hendy.

Kalau biasanya musim kemarau bisa mencapai enam bulan, lanjut Hendy, tahun 2010 ini diperkirakan hanya tiga bulan saja. Mungkin antara bulan Juli sampai dengan Oktober 2010. Tetapi musim kemarau nanti, bisa saja terjadi kemarau basah. Sebab, selain fenomena alam El Nino yang berasal dari perairan Tahiti, juga terjadi di perairan Arab, yakni Dipole Mode.

“Terjadinya tekanan udara tinggi, menimbulkan angin bertiup ke tekanan yang rendah. Terlebih saat ini, tekanan udara di Indonesia sangat rendah. Dengan begitu, angin akan bertiup ke sekitar Tegal, dan akan mengakibatkan awan yang nantinya akan timbul hujan. Jadi untuk pergantian musim kemarau belum bisa dipastikan,” imbuhnya.