![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Tengah, Wahyudin Noor Aly prihatin, karena saat kunjungan kerja (kunker) dalam rangka reses, Jumat 23 Juli 2010, pejabat dilingkungan Pemkab Brebes yang dituju tidak satupun bisa ditemui dan tidak berada ditempat.
Kunker dari anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Tengah ini, untuk menanyakan seputar isu makelar jabatan (marjab) yang terjadi di lingkungan Pemkab Brebes kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Asisten I Setda, dan Sekda.
"Kunker kami ke Pemkab Brebes guna menanyakan persoalan marjab yang belakangan ini dianggap masyarakat meresahkan dan merugikan pejabat PNS," ungkap Wahyudin Noor Aly yang akrab dipanggil dengan sebutan Goyud ini.
Kepada wartawan, meski pihaknya tidak bisa menemui pejabat yang dituju, ia prihatin dengan keberadaan marjab di lingkungan Pemkab Brebes. Apalagi masih banyak jabatan struktural maupun fungsional yang tidak sesuai prinsip dan bidang keahlian personal dari pejabat tersebut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Baperjakat harus bertindak tegas dan mengembalikan fungsi birokrasi yang transaparan dan akuntable, agar pembangunan dan pelayanan publik lebih efektif. Dia juga mengatakan agar kedepan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Brebes harus transparan biar masyarakat tahu.
Menurutnya, jabatan seseorang naik dinilai bukan karena kedekatan kepada pimpinan daerah atau karena kepentingan lain. Namun jabatan seseorang itu, dinilai dari perstasi karier pejabat itu sendiri selama mengabdi di Pemkab Brebes.
Terpisah Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik mengatakan tidak bisa ditemuinya Kepala BKD, karena tidak berada di ruang kerja. Kemudian Asisten I Setda, tidak berada ditempat karena sedang mengikuti acara pembukaan penanggulangan bencana daerah di Surabaya bersama kepala Kesbanglinmas dan politik. Sedangkan Sekda, tidak berada ditempat kerja karena sedang sakit.