![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Akibat sanitasi di Indonesia yang buruk, menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 58 trilyun per tahun. Untuk itu perlu adanya antisipasi sejak dini. Demikian dilontarkan Direktur Pemukiman dan Perumahan Bapenas, Budi Hidayat, ketika diskusi media, dalam kegiatan City Sanitation Summit (CSS) VII, di Water Park, Rabu 21 Juli 2010.
Menurutnya, kerugian itu untuk biaya pengobatan, perawatan kesehatan, kematian bayi dan hilangnya waktu produktif, yang diakibatkan sanitasi yang buruk tersebut. Hal itu mengakibatkan Negara Indonesia menjadi nomer dua terburuk di Asia Tenggara setelah Laos.
“Berapapun pertumbuhan ekonomi yang dicapai, angkanya harus diturunkan sebesar 2,3 persen karena kebocoran yang tidak pernah disentuh,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Payakumbuh, Sumatera Barat, H Josrizal Zain, SE, MM mengatakan, jika sanitasi tidak diolah dengan baik, maka akan mengakibatkan angka kematian meningkat. Untuk itu, kegiatan sanitasi perlu dikembangkan di setiap daerah.
“Bagaimana caranya, agar limbah bisa difungsikan dengan baik. Seperti yang ada di Tegal, MCK di Kelurahan Tegalsari, bisa menghasilkan biogas yang difungsikan untuk masyarakat umum. Dengan begitu, bisa menjadikan sampah atau limbah energy yang berfungsi,” ujar Sekertaris Aliansi Kota Kabupaten Peduli Sanitasi (AKKOPSI) itu.