![]() |
|
|
City Sanitation Summit (CSS) VIII atau Pertemuan Puncak Sanitasi Kota/Kabupaten tanggal 20 hingga 23 Juli 2010 di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengambil tema dan sub-tema Bertekad Mewujudkan Pencapaian Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman) serta Terapkan Strategi, Saatnya Bertindak Sesuai Rencana.
Pokok bahasan dalam CSS VIII adalah bagaimana menerapkan Strategi dan Rencana yang telah disusun dengan dukungan kelembagaan yang efektif, pendanaan yang memadai serta partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam mencapai target PPSP 2014.
Beberapa pokok bahasan dalam lokakarya tersebut: Dari Strategi Sanitasi Kota (SSK) menuju Rencana Operasional Memorandum Program. Mobilisasi pendanaan untuk tahap implementasi program PPSP. Aspek kelembagaan dalam tahap Memorandum Program dan implementasi PPSP. Aspek kebijakan dan pengaturan serta monitoring dan evaluasi dalam tahapan Memorandum Program dan implementasi program PPSP. Beberapa pilihan sistem dan teknologi sanitasi yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan sanitasi di daerah. Mekanisme penyaluran dana hibah Infrastructure Enhancement Grant (IEG) dari Pemerintah Australia. Penguatan kelembagaan AKKOPSI (Asosiasi Kab/Kota Peduli Sanitasi).
Pada intinya, selain pokok bahasan tersebut, adalah kampanye peduli sanitasi oleh Walikota Tegal, H Ikmal Jaya. Menurutnya, percepatan pembangunan sanitasi permukiman bisa dikatakan tidak mungkin terjadi, tanpa adanya upaya mempercepat kepedulian masyarakat akan sanitasi yang baik. Fakta menunjukkan masih banyak masyarakat kita yang buang air di sembarang tempat, masih banyak kebiasaan membuang sampah sembarangan. Jadi sanitasi adalah hal penting di sebuah kota.
Karena sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih, dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya. Harapannya, usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian.
Cara pencegahannya dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun).
Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya, dan pengendalian lingkungan. (Dari berbagai sumber)