![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Direncanakan pada tahun 2011 mendatang, Pemkot Tegal, Jawa Tengah, akan mendirikan bangunan kekurangan kelas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tegal. Demikian diungkapkan Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali saat meninjau langsung ke SLBN, Selasa 20 Juli 2010.
Menurut Habib, untuk menangani kekurangan kelas di SLBN, sementara ini pemkot hanya memberikan bantuan 4 ruang di Asrama Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Namun, karena masih tetap kekurangan, pemkot kembali memberi bantuan 4 ruang lagi. Dengan begitu total ada 8 ruang di Asrama SDLB yang digunakan untuk proses KBM SLBN Tegal.
"Dengan adanya tambahan ruang tersebut, sekarang tidak ada lagi kelas yang disekat menjadi tiga. Sehingga siswa bisa belajar dengan konsentrasi tanpa terganggu oleh siswa lain dalam lokasi yang sama," ujarnya.
Bahkan, kata Habib, pemkot juga akan membuatkan kampus untuk SLB. Nantinya akan menggunakan tanah pemkot yang berada di belakang SDN Slerok 6 Tegal Timur, dengan luas mencapai 6.000 meter persegi.
“Namun saat ini, kondisi tanah tersebut masih berupa sawah yang dikelola masyarakat sekitar. Jika sudah dibangun, maka SLB akan berkumpul menjadi satu, mulai tingkat TKLB sampai dengan SMALB,” terangnya.
Sedangkan anggarannya akan diajukan dalam anggaran ubahan 2010 nanti. Dengan begitu akan muncul Detail Engineering Design (DED)-nya. Sedangkan anggarannya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan In Formal (PNFI). Sementara dari APBD II, hanya menyiapkan dana pendampingnya saja.
"Disdik sudah mengajukan proposalnya ke pusat. Tidak hanya itu, Disdik juga sudah berkoordinasi dengan pusat. Dan ada kemungkinan besar anggaran akan turun, sebab pengajuan untuk SLB hanya ada dari Kota Tegal saja. Jika nanti tidak bisa terselesaikan dalam satu tahun anggaran, maka akan diteruskan pada tahun berikutnya," urai dia.
Kepala SLBN, Dra Sepholindarsih membenarkan adanya tambahan 4 ruang baru dari pemkot. Sehingga disekolahnya tidak ada lagi ruang kelas disekat menjadi tiga, dengan isi yang berbeda.
"Dengan ditambah 4 ruang lagi, sekarang total kelasnya menjadi 14, ditambah satu aula. Saya sangat berterimaksih kepada pemkot, karena sudah memperhatikan keberadaan SDLB," pungkasnya.