![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – SPBE PT Arwana Jaya Sentosa (AJS), Kota Tegal, Jawa Tengah, minta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, agar Pertamina menambah kuotanisasi gas 3 Kg kepada PT AJS. Sebab, yang bisa minta kuota ke Pertamina hanya pemerintah. Demikian disampaikan Meydi Manajer PT AJS, kepada sejumlah wartawan saat kunjungan kerja walikota ke PT AJS, Selasa 06 Juli 2010.
Menurutnya, setelah ada rayonisasi pihak AJS telah merumahkan karyawan sekitar 30 orang. Sebelumnya jumlah karyawan ada 60 orang, kini tinggal 30 orang.
Namun hal itu dibantah oleh Bambang pemilik PT Sinarsih Mukti di Jalan Ki Hajar Dewantoro No 186 Kelurahan Kalinyamat Kulon, agen gas kecil. Menurutnya, dengan adanya rayonisasi, agen kecil lebih diuntungkan. Pasalnya, selain harganya stabil, juga sistem penjualannya teratur. Dibanding sebelum adanya rayonisasi, penjualan hanya dikuasai oleh pengusaha berkantong tebal. Jika memiliki modal besar maka akan mendapat gas 3 Kg lebih banyak. Untuk itu, dirinya lebih senang dengan system rayonisasi.
“Sebelumnya, siapa yang memiliki uang banyak, merekalah yang akan dapat barang banyak pula. Jika sudah diborong semua pengusaha berkantong tebal, dipastikan harga dipasaran akan rusak, karena akan dimainkan oleh mereka. Sedangkan agen kecil seperti kami, tidak mungkin bisa bersaing dengan pemilik modal besar. Agen kecil hanya menjadi permainan mereka saja,” ungkap Bambang.
Walikota Tegal, H Ikmal Jaya mengatakan, sebelum minta tambahan kuota, pihaknya akan koordinasi dulu dengan Pertamina. Namun walikota tercengang setelah mendengar penjelasan dari Bambang, yang mengatakan dengan sistem rayonasasi malah menguntungkan agen kecil.
“Kami akan mencoba koordinasi dengan Pertamina, agar kuotanisasi di Tegal ditambah. Dan bisa mempekerjakan karyawan yang sudah dirumahkan, juga bisa mengantisipasi kelangkaan gas 3 Kg di Tegal, tapi saya keget setelah mendengar penjalasan dari agen kecil, mereka malah diuntungkan dengan rayonisasi,” jelas Ikmal.