![]() |
|
|
PanturaNews (Kramat) – Jika sebelumnya SMP PGRI Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki citra yang kurang bagus, karena siswanya sering kali membolos. Dan tiap tahun perolehan siswa baru paling banyak sekitar 40 siswa, bahkan pernah hanya memperoleh 27 siswa. Namun dua tahun belakangan ini, sejak dipimpin kepala sekolah (kepsek) Drs Afif Yudianto, semua citra buruk itu terkikis. Demikian disampaikan Drs Afif Yudianto kepada PanturaNews, Selasa 06 Juli 2010.
Terbukti, selama dua tahun ajaran baru yakni tahun 2009/2010 dan 2010/2011 berhasil memperoleh siswa baru sekitar 90 siswa. Bahkan dua tahun berturut-turut tahun 2008/2009 dan 2009/2010, dengan kelulusan yang sangat memuaskan. Hal itu dilakukan dengan bekerja keras dan berbagai kiat, diantaranya. Pembenahan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara kontinyu, sehingga tidak jam pelajaran yang kosong. Hal itu untuk mempersempit ruang gerak siswa membolos atau bebas pelajaran.
Serta memperbanyak ekstra kurikuler, seperti Pramuka, olah raga yang meliputi basket, sepak bola, tennis meja, bola voli dan karate. Di bidang seni, meliputi tari, calung Cakra Berlian, band dan drumband Gita Praja SMP PGRI Kramat. “Tak tanggung-tanggung marchingbanad kami pernah dilatih oleh Taruna Akmil, selama satu minggu saat Taruna Akmil Prajabakti di Kramat,” kata Afif Yudianto.
Ditambahkan, untuk bimbingan mental, diadakan pula baca tulis al-quran (BTQ), sholat duha, sholat duhur berjamaah dan kuliah tujuh menit (Kultum). Untuk tahun ajaran ini, kultum setiap hari sabtu secara bersama-sama, dengan mengundang ustadz atau kyai dari desa se Kecamatan Kramat.
“Harapan kami, untuk mengubah imej, jika sebelumnya siswa SMP PGRI suka mbolos, kini berubah menjadi siswa yang beriman dan bertakwa. Dan mulai tahun 2009/2010 semua siswi diwajibkan memakai jilbab,” imbuhnya.
Lebih lanjut kata kepsek, bagi siswa yang berprestasi namun kurang mampu dibelikan sepeda. Semua itu dilakukan untuk memacu siswa agar giat belajar. Namun yang tidak kalah pentingnya, jika ada siswa yang alfa selama 3 hari, pihak BP/BK akan datang kerumah untuk mengetahui penyebab kemudian dilakukan pembinaan lebihlanjut. Jika alfa-nya sampai satu bulan, pihak sekolah berusaha untuk menyadarkan dan membimbningnya, hingga siswa sadar dan mau kembali ke sekolah.
“Untuk membangun imej yang bagus, kami juga harus tegas, jika ada siswa yang alfa lebih dari satu bulan, kami bina,” tandasnya.