![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Sebanyak 644 calon mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang II, Sabtu 03 Juli 2010. Dari jumlah itu, yang paling banyak pendatarnya adalah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK), mencapai 145 orang. Sedangkan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 107 orang, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah 102 orang, Pendidikan Matematika 101 orang dan selebihnya menyebar di prodi lainnya.
Menurut Ketua Panitia PMB, Drs Joko Suyono MSi, dari jumlah 644 itu diharapkan bisa masuk 90 persen. Namun demikian tergantung dengan lembar jawaban computer (LJK) dan tes wawancara. “Dari 644 calon mahasiswa itu kami hanya mentargetkan 500 orang saja atau 90 persen,” kata Joko Suyono.
Ditambahkan, pada gelombang I lalu, jumlah calon mahasiswa mencapai 1.063 dan yang diterima hanya 710 orang. Dengan begitu jumlah calon mahasiswa yang terima pada gelombang I dan II sekitar 1.200 orang. Sedangkan target PMB tahun 2010 ini sama halnya tahun-tahun sebelumnya yakni 2.000 orang.
Untuk memenuhi target 2000 itu, panitia hanya membutuhkan sekitar 800 orang calon mahasiswa. Untuk itu panitia masih membuka pendaftaran untuk gelombang III, yang dibuka sejak tanggal 2 Juli-5 Agustus 2010. Dan calon mahasiswa yang tidak diterima pada gelombang I dan II, bisa mengulang pada gelombang III.
“Untuk gelombang III panitia mentargetkan sekitar 1.500 orang, meski nantinya yang diterima hanya 800 orang. Angka itu bisa melebihi, karena biasanya yang tidak diterima di Program Minat Dan Kemampuan (PMDK) akan mendaftar di UPS,” ujar Joko optimis.
Ditegaskan, UPS Tegal hanya mentargetkan 2000 orang seperti tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan ruangan. Untuk itu jika akan menambah jumlah mahasiswa baru maka konsukensinya harus menambah ruangan belajar.
Sementara Rektor UPS Tegal Prof Dr H Tri Jaka Kartana MSi menambahkan, untuk melengkapi sarana dan prasarana kegiatan belajar dan mengajar, kini sedang dibangun laboratorium terpadu yakni laboratorium kering dan basah, yang diperkirakan akan selesai 6 bulan mendatang. Laboratorium 2 lantai itu untuk semua fakultas, tak kecuali fakultas hukum. “Nantinya ada miniatur ruang sidang, untuk praktek mahasiswa fakultas hukum (FH),” ujar Jaka.
Selain itu juga akan dibangun pusat pelayanan bahasa dan komputer yang berfungsi untuk internal dan eksternal. “Instansi pemerintah maupun perusahaan bisa memanfaatkan pusat pelayanan bahasa dan komputer tersebut,” tandasnya.