Argentina Vs Jerman, Balas Dendam Piala Dunia 1990
SL-SL Gaharu
Sabtu, 03/07/2010, 09:11:00 WIB

Miroslov Klose (Jerman) – Lionel Messi (Argentina)

Perang kata-kata mewarnai sekian hari sebelum pertemuan kedua tim. Perang sesungguhnya akan terjadi di Cape Town Stadium, Cape Town pada laga perempat-final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan antara Jerman melawan Argentina, Sabtu 14.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Pada laga kali ini, Argentika akan membalas kekalahan di final Piala Dunia 1990 kepada Jerman.

Pada perang argumen, Jerman menggunakan insiden perkelahian usai laga perempat final Piala Dunia 2006 untuk menyerang Argentina. Defender Philipp Lahm, misalnya, menyebut Argentina impulsif dan temperamental. Albiceleste, masih menurut kapten Jerman itu, selalu bereaksi buruk jika kalah.

Bastian Schweinsteiger menyebut Argentina tak menghormati lawan dan kerap mempengaruhi wasit sepanjang pertandingan. Seperti Lahm, Schweinsteiger juga mengacu pada laga empat tahun lalu di Berlin.

Diego Maradona, pelatih Argentina, membalas pernyataan Schweinsteiger dengan bertanya; "Apa yang terjadi dengan Anda, Schweinsteiger? Anda gugup menghadapi kami."

Maradona diam-diam menyimpan agenda sendiri untuk laga ini; membalas kekalahan di final Piala Dunia 1990, ketika Argentina dikalahkan lewat penalti Andreas Brehme saat laga tersisa lima menit. Saat itu Maradona adalah kapten Argentina.

Kemenangan terakhir Argentina atas Jerman, dalam laga persahabatan di Munich, Maret 2010 lalu, seolah tidak menghapus apa pun. Di bawah sang legenda, Argentina telah sembilan kali berturutan memenangkan laga. Ia mulai menemukan cara meracik bakat-bakat luar biasa Argentina, dan tahu mengkombinasikan pemain tua dan muda, menjadi kekuatan yang ingin dihindarkan semua tim.

Maradona juga tidak lagi gundah dengan paceklik gol yang dialami Lionel Messi. Ia yakin gol kemenangan bisa datang dari siapa pun; Gonzalo Higuain, Carlos Tevez, atau Gabriel Heinze.

Di kubu Jerman, pelatih Joachim Löw sedang menikmati pujian dari seluruh negeri, berkat suksesnya mengalahkan Inggris dengan materi pemain muda. Namun tidak banyak yang pesimistis skuadnya bisa melewati Argentina.

Lothar Matthaus, mantan kapten timnas Jerman, meragukan skuad Löw bisa melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2010. Alasannya, skuad Jerman saat ini berisi banyak pemain tak berpengalaman.

Maradona kemungkinan memainkan lagi Jonas Gutierrez di sebelah kiri, dan Angel Di Maria membantu serangan. Juan Sebastian Veron kembali bertugas menstabilkan lini tengah, bersama Javier Mascherano.

Berbeda dengan Maradona, Löw kemungkinan masih akan memberi kepercayaan kepada Miroslav Klose dan Lukas Podolski mengisi lini depan. Klose akan tampil kali ke-100 untuk timnas Jerman.

Di belakang keduanya, Thomas Müller dan Mesut Özil tetap menjadi pilihan pertama. Keduanya menambah tajam serangan Jerman di hampir semua laga. Sedangkan Sami Khedira membuat Löw kini mulai melupakan Michel Ballack.

Löw diperkirakan masih akan mengggunakan taktik yang sama, seperti ketika mengalahkan Inggris di perdelapan final. Bertahan dengan baik, dan menekan lawan lewat serangan balik yang cepat.

Tidak ada Cacau di bangku cadangan Jerman. Padahal, Löw sempat mempertimbangkan akan memainkannya, karena memiliki gaya bermain yang sama dengan pemain Argentina. Cacau baru akan bermain, jika Jerman mengalahkan Argentina, di semifinal.

Kedua pelatih punya pikiran sama dalam satu hal, laga akan berlangsung ketat karena setiap pemain di kedua tim memiliki kemampuan mencetak gol. Tidak boleh ada kesalahan, karena lawan akan segera menghukum.

Situasi Argentina: Walter Samuel absen ketika Argentina mengalahkan Meksiko, dan masih diragukan bisa bermain dalam laga ini. Muncul laporan Diego Maradona mempertimbangkan untuk memperkenalkan Javier Pastore -- pemain yang di luar dugaan dipanggil Maradona.

Prakiraan Susunan Pemain: Romero; Otamendi, Demichelis, Burdisso, Heinze; Rodriguez, Mascherano, Di Maria; Messi; Tevez, Higuain.

Situasi Jerman: Joachim Loew punya banyak alasan untuk melakukan perubahan, meski tidak ada laporan pemainnya cedera.  Die Mannschaft juga tidak memiliki pemain terkena hukuman.

Prakiraan Susunan Pemain: Neuer; Lahm, Friedrich, Mertesacker, Boateng; Khedira, Schweinsteiger; Mueller, Oezil, Podolski; Klose.

Prediksi: Castrol World Cup Match Predictor memperkirakan laga akan terkonsntrasi di lini tengah. Peluang Jerman memenangkan laga 48 persen, Argentina 52 persen. Segalanya akan tergantung bagaimana lini belakang Argentina merespons serangan balik Jerman. Jika bisa, Jerman akan kesulitan. Argentina 2-2 Jerman. Perpanjangan waktu dan Jerman menang adu penalty. (Sumber: goal.com.fifa.com)