TKI Asal Brebes Disekap dan Dianiaya Majikan di Arab Saudi
TK-Takwo Heriyanto
Jumat, 02/07/2010, 20:12:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Sadiyah (35), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, disekap di gudang kosong dan dianiaya majikannya saat bekerja sebagai pembatu rumah tangga di Kota Damam, Arab Saudi. Akibatnya, ibu beranak satu ini mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Bahkan, korban kesulitan bejalan.
"Saya disekap majikannya selama tiga bulan di gudang kosong. Hampir setiap hari saya dipukuli majikan perempuan. Kadang pakai pipa paralon, kadang dengan kayu hingga kepala ini bocor," kata Sadiyah didampingi suaminya, Darono (47) ketika ditemui di rumahnya, Jumat 02 Juli 2010  sore.
Diceritakannya, siksaan diterima setiap kali pekerjaan yang dilakukannya sedikit ada kesalahan, pasti majikan perempuannya main pukul. Dirinya juga sering dikunci di dalam kamar dan tidak diberi makan.
Dikatakannya, puncak penganiayaan terjadi tiga bulan setelah bekerja, hingga menyebabkan dia tak bisa berjalan. Itu terjadi karena majikan menuduhnya mencuri perhiasan. Dirinya juga hanya diberi makan satu kali dalam seminggu.
Sadiyah berangkat ke Arab Saudi sejak Januari 2010 melalui perusahaan pengerah tenaga kerja PT Alatas Ikhwan. Keberangkatannya itu merupakan ketiga kali sebagai TKI. "Gaji juga belum pernah saya terima. Padahal saya dijanjikan diberi gaji 800 real per bulan atau sekitar Rp 1,5 juta per bulan," ucapnya.
Ditambahkannya, dirinya bisa pulang ke Indonesia setelah mendesak ke majikan. Namun, majikannya mengancam agar dirinya tidak melaporkan penganiayaannya dan tidak menuntut apapun. Selain itu, dia diminta juga menandatangani surat pernyataan tidak menuntut.
"Karena takut dan diancam, saya turuti permintaan majikan. Apalagi kalau melaporkan saya akan dibunuh dan dibuang. Tapi yang penting saya bisa pulang Minggu 24 Juni kemarin," ungkapnya.