![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rofii Ali, Selasa 29 Juni 2010 menegaskan, informasi program penghijauan yang sedang digalakkan Pemkot Tegal, Jawa Tengah, sedapat mungkin harus mencapai sasaran hingga masyarakat umum.
“Kaitan hal itu kami minta kepada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang program penghijauan ke semua komponen masyarakat,” kata Rofii.
Menurut Rofii, banyak cara jitu untuk merealisasikan keberhasilan program penghijauan. Selain dengan membuat SE maupun SK Walikota yang ditujukan ke semua komponen intansi pemerintah, swasta maupun masyarakat, KLH juga diminta mensosialisasikan program tersebut melalui pemasangan papan reklame yang dipasang disetiap sudut kota.
“Selama ini program tersebut terkesan eksklusif, untuk kalangan masyarakat umum yang sehari-hari melakukan aktifitas di berbagai tempat belum mengetahui persis adanya program penghijauan yang digulirkan Pemkot. Agar program itu mengena di masyarakat luas, maka KLH bisa saja membuat papan reklame yang berisi himbauan pentingnya penghijauan,” tuturnya.
Dijelaskan, KLH harus menjelaskan mengenai program itu sampai ke tingkat RT, plus informasi mengenai tingkat pembuangan emisi gas CO2 yang berbanding lurus dengan laju pertumbuhan kendaraan bermotor. “ Diketahui bersama, pembentukan hutan kota di sini baru 2 persen dari 20 persen yang disyaratkan, jadi masih ada 18 persen lahan lagi yang butuh sentuhan untuk disulap menjadi paru-paru kota. Sosialisasi one man one three tidak akan pernah berhasil, jika hal itu sekedar menjadi agenda seremonial saja,” tegasnya.
Secara terpisah, Kepala KLH Kota Tegal, Sugeng Suwaryo SSos saat dikonfirmasi mengatakan, menyambut baik saran dan usulan DPRD yang mengharapkan program penghijauan Kota Tegal dapat berhasil sempurna. Dikatakan, terkait pembuatan SE soal penghijauan, dirinya mengatakan akan mempelajari dan menyampaikan hal itu kepada atasan.
“Pada prinsipnya, program penghijauan yang digulirkan bersifat berkelanjutan tiada henti. Untuk sosialisasi ke instansi pemerintah dan swasta sudah dilakukan, bahkan hingga ke kelurahan dan tingkat RT. Namun demikian, tentunya kami sangat mengharapakan kepedulian masyarakat umum untuk bersama-sama sadar lingkungan hidup, dengan tidak membuat pencemaran baru serta menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program one man one three, kami akan terus melakukan pemantauan hingga program itu berjalan normal,” tandas Sugeng.