Kaki dan Tangan Terikat, Janda 60 tahun Ditemukan Tewas
ZM-Zaenal Muttaqin
Senin, 28/06/2010, 20:03:00 WIB

Petugas dari Unit Identifikasi Polres Brebes melakuakan identifikasi di rumah janda yang diduga korban dibunuh. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Tonjong) - Karsini (60), janda warga Dukuh Karangjati RT 03 RW 05 Desa/Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 28 Juni 2010 sekitar pukul 12.00 ditemukan tewas dalam keadaan kedua tangan dan kedua kakinya terikat di kamar tidur. Karsini diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan lebih dari seorang.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews menyebutkan, saat kejadian korban hanya ditemani cucunya, Agus (10) yang tengah bermain di depan rumah. Pada siang itu, datang dua lelaki yang langsung masuk rumah dan menutup pintu serta menguncinya dari dalam.

Agus yang sebelumnya bermain di depan rumah dengan temannya Rozak (10), kemudian bermaksud mengambil sepeda di dalam rumah, lewat pintu belakang karena pintu depan dikunci. Melihat ada anak masuk lewat belakang, dua lelaki tadi langsung kabur lewat pintu belakang. Saat itulah Agus melihat neneknya di dalam kamar dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi tangan dan kakinya diikat dengan tali raffia, dan kepalanya dililit dengan kain sprei.

Melihat neneknya yang terikat dan tak bergerak lagi, Agus langsung berteriak minta tolong dan akhirnya warga sekitar langsung mendatanginya. Setelah tahu ada pembunuhan, warga langsung melapor ke Polsek Tonjong yang langsung mengirim petugasnya ke tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, anak korban Ropi'i (40) yang juga ayah dari Agus mengatakan, saat kejadian dia sedang tidak ada di rumah. Dirinya sedang ada panggilan merias pengantin di Kesambi, Tegal. “Saya sedang ada penggilan merias, ibu saya dibunuh," ukarnya.

Dikatakan, selain membunuh ibunya diduga pelaku juga membawa lari perhiasan kalung emas dan telepon genggam. "HP dan kalung sepertinya dibawa lari pelaku," tutur Ropi'i.

Unit Identifikasi Polres Brebes dipimpin oleh Wakapolres Brebers, Kompol H Sugeng Tiarso langsung ke TKP setelah mendapat laporan dari Polsek Tonjong untuk melakukan identifikasi. Saat dilakukan identifikasi, petugas memasang garis polisi dan melarang selain petugas masuk ke rumah korban.

Setelah sekitar dua jam lebih petugas melakukan idenfikasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUB Brebes dengan mobil ambulan untuk dilakukan otopsi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Brebes, AKBP Beno Louhenapessy SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Sugeng mengatakan, saat kejadian rumah sedang kosong, hanya ada korban dan seorang cucunya. Korban dibekap dan diikat tangan dan kakinya di dalam kamar oleh pelaku yang kini sedang dalam penyelidikan. "Siapa pelaku dan berapa jumlahnya masih dalam penyelidikan," katanya.

Dijelaskan Sugeng, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya dua pasang sandal yang diduga milik pelaku yang tertinggal, karena pelaku wasuk lewat pintu depan dan kemuadian lari lewat pintu belakang. "Beberapa barang bukti kami amankan untuk proses penyelidikan," ucapnya.