![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Ahli waris Yayat Hadiyat (41) warga RT 01 RW 01 No.33 Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia akibat kecalakaan di Saudi Arabia, mendapat santunan dari Konsorsium Asuransi Proteksi (KAP) Jakarta, sebesar Rp 45 juta. Asuransi itu diterima istrinya, Susiatin (37), Jumat 25 Juni 2010 siang.
Pemberian asuransi itu dilakukan secara simbolis oleh Wakil walikota Tegal, H Habib Ali.
Menurut Technical Advisor, KAP, Rusdiansyah, bahwa asuransi itu bukan dari pelaku yang menabrak Yayat Hadiyat, melainkan dari KAP Pusat. Ahli waris mendapat santunan Rp 40 juta dan biaya pemakaman Rp 5 juta, sehingga totalnya Rp 45 juta.
“Kalau asuransi kecelakaan, nantinya akan diberikan oleh pihak penabrak. Selain itu juga akan dapat asuransi kematian dari negera Saudi Arabia yang diperkirakan besarnya 54 ribu real,” terangnya.
Sementara menurut Siti Rohmah perwakilan dari Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) pusat, asuransi sebesar 54 ribu real itu, belum bisa dipastikan dapat. Karena belum ada pernyataan korban meninggal atas dasar kecelakaan murni dari pengadilan Saudi. Semua itu harus melalui proses sidang yang membutuhkan waktu cukup lama. Namun pihaknya akan tetap berusaha, agar ahli waris mendapat asuransi tersebut.
“Kami tidak menjanjikan dapat, karena harus melalui proses yang panjang. Mungkin satu bulan, bahkan bisa juga dua bulan lebih. Untuk itu, keluarga korban harus bersabar,” terang Siti Rohmah yang ikut mendampingi pemberian asuransi itu.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil walikota, H Habib Ali memastikan bahwa asuransi tersebut tidak ada potongan maupun biaya administrasi. Habib berharap uang santunan itu digunakan sebaik-baiknya. Jika ada pihak lain yang meminta tanpa alasan, lebih baik dicegah.
“Santunan yang diterima oleh ahli waris tidak ada pungutan seperakpun dan itu murni santunan dari KAP,” singkatnya.
Dengan santunan itu, Susiatin mengaku bersyukur karena dibantu oleh banyak pihak, terutama pemkot Tegal dan para wartawan yang sudah rela mendampingi sejak pertama hingga pemulangan jenazah hingga mendapat santunan. “Kami ucapkan banyak banyak terima kasih atas bantuan ini,” ucapnya sedih.