![]() |
|
|
PanturaNews (Kajen) - Koalisi LSM Sabtu (19/12) siang, mendatangi Kantor Bina Marga DPU Kabupaten Pekalongan. Mereka menanyakan sumber anggaran perbaikan Jalan Raya Wonopringgo, tepatnya di Jetak Kidul. Pasalnya, perbaikan jalan itu dinilai buruk, aspal yang baru diperbaiki rusak akibat terkena hujan. “Kami ingin menanyakan berapa biayanya, kok garapanya jelek,” ujar Ketua LSM FAMP, Fajari.
Ketua LSM FMPB, Solehan mengatakan, pihaknya mendapat informasi bila perbaikan jalan sepanjang 70 meter itu atas bantuan PT BRD yang berkedudukan di Wonopringgo. Padahal jalan tersebut milik Pemkab, sehingga perbaikanya harus dibiayai oleh pemerintah. “Makanya kami tanyakan ke Bina Marga, kan aneh jalan pemerintah kok minta dibiayai swasta, padahal dia sudah membayar pajak, sudah gitu garapanya jelek lagi,” ungkapnya.
Sedangkan Ketua LSM Gost, Mustofa meminta Bina Marga untuk tidak menganggarkan kembali perbaikan jalan tersebut, karena akan menimbulkan pemborosan. Jika BRD sudah memberikan bantuan berupa aspal 10 ton dan sirtu, pekerjaan harus diselesaikan dengan baik. “Kalau begitu caranya, yang membantu akan kecewa, tapi terserah BRD kalau mereka menerima ya gak masalah, namun persoalanya perbaikan itu kan juga mengganggu pengguna jalan, apalagi tidak dibiayai pemerintah,” terangnya.
Kepala Bina Marga Kabupaten Pekalongan, Marbun Spd ketika dikonfirmasi mengakui perbaikan jalan tersebut atas bantuan PT BRD, pihaknya hanya menyediakan alat-alat yang diperlukan. Namun pihaknya telah meminta kepada pelaksana agar segera diperbaiki karena pekerjaanya tidak baik. “Perbaikan itu atas bantuan BRD dan itu belum selesai,” katanya.