Rencana Pengadaan Mobil Dinas Tiga Komisi DPRD Ditolak
JAY-Riyanto Jayeng
Selasa, 22/06/2010, 17:29:00 WIB

Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH (kanan) dan Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rofii Ali (kiri).

PanturaNews (Tegal) - Meski rencana pengadaan 3 unit mobil dinas untuk 3 Komisi di DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah baru sebatas wacana, namun hal itu langsung mendapat respon tegas dari kalangan anggota DPRD. Rencana pengadaan mobil itu belum pernah menjadi usulan atau diusulkan, semua hanya wacana pepesan kosong.

Salah seorang anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rofii Ali, Selasa 22 Juni 2010 menegaskan tidak setuju dengan rencana tersebut. Pasalnya, hal itu dinilai hanya akan menciptakan iklim yang tidak kondusif di kalangan Komisi.

“Saya sangat tidak setuju dengan rencana pengadaan 3 unit mobil dinas untuk masing-masing Komisi yang digulirkan oleh Ketua DPRD, sebab hal itu justru hanya akan menambah beban anggaran dan cenderung menciptakan suasana tidak kondusif di kalangan Komisi,” kata Rofii.

Menurut Rofii, penolakan itu didasarkan kepada berbagai pertimbangan, salah satunya adalah instruksi dari Pemkot kepada setiap Satuan Kerja Perangakat daerah (SKPD) yang disarankan harus menghemat anggaran sebab jumlah DAU yang diterima dari pusat untuk tahun ini berkurang.

“Apabila rencana pengadaan mobil dinas untuk komisi disetujui, berarti DPRD dinilai telah mengajari Sekretariat selaku pengguna anggaran berlaku boros anggaran. Logikanya, kalau tiap komisi mendapat 1 unit mobil, pasti pimpinan DPRD akan ikut-ikutan mendapat jatah 3 unit mobil. Berarti Setwan harus mengajukan 6 unit mobil dan anggaran yang disediakan mencapai Rp 1, 62 miliar. Sebab dari informasi, harga 1 unit mobil jenis Kijang Inova mencapai Rp 270 juta per unit,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, keberadaan mobil dinas Komisi dipastikan akan menjadi masalah besar di kemudian hari. Antar anggota Komisi bisa timbul keributan hanya gara-gara persoalan mobil tersebut.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH menyatakan, terlalu dini dan tidak substantif untuk mengkritisi soal pengadaan mobil dinas. Pasalnya, rencana pengadaan mobil itu belum pernah menjadi usulan atau diusulkan, semua hanya wacana pepesan kosong.

“Siapa yang mengusulkan pengadaan mobil dinas Komisi? Jangan mengada-ngadalah, semua itu kan baru wacana yang tidak lain hanya sebuah pepesan kosong. Kok ditanggapi dengan senewen?,” kata Edi.