Afsel di Ujung Tanduk, Le Bleus Butuh Banyak Gol
SL-SL Gaharu
Selasa, 22/06/2010, 10:18:00 WIB

Franck Ribéry (Perancis) - Bernard Parker (Afsel)

Afrika Selatan membutuhkan kemenangan di Grup A Piala Dunia 2010 dari Prancis untuk lolos ke babak 16 Besar, Selasa 22 Juni 2010 pukul 21.00 WIB. Namun, hal itu bisa terwujud bila pada pertandingan lainnya, Uruguay atau Meksiko pada waktu bersamaan tidak main mata, dan memetik kemenangan dengan selisih empat dan lima gol.

Publik Afsel yakin Meksiko-Uruguay akan saling mengalahkan agar bisa memimpin klasemen. Runner up Grup A akan bertemu Argentina, juara Grup B di babak kedua. Namun publik Afsel pesimistis laga Meksiko-Uruguay akan diwarnai kemenangan salah satunya dengan banyak gol. Mereka juga tidak yakin Bafana Bafana bisa menang atas Prancis dengan lebih dari dua gol.

Sementara hilangnya dukungan dari pemain menyusul keputusan pemulangan Anelka, membuat pelatih Tim Perancis, Raymond Domenech mengaku bingung menentukan komposisi tim yang akan diturunkan melawan tuan rumah Afrika Selatan pada pertandingan terakhir Grup A.

“Ini akan menjadi sulit. Mereka telah membuang banyak energi. Tapi tak ada seorang pun yang bisa mendikte saya, dan itu tetap diterapkan. Saya menurunkan pemain sesuai kehendak saya,” tegas Domenech.

Kegagalan Afsel telah diramalkan sejak jauh-jauh hari. Mereka adalah tim terlemah di Grup A Piala Dunia 2010, meski bermain di depan pendukungnya. Dukungan publik, dan senyum Nelson Mandela, tidak cukup membuat mereka menjadi kuat.

Namun Afsel sempat menghidupkan harapan publiknya ketika pada laga pertama menahan Meksiko 1-1. Tapi setelah dikalahkan Uruguay tiga gol tanpa balas, peluang lolos ke babak kedua seperti tertutup.

Meski demikian ada harapan Afsel bisa menutup penyisihan Grup A dengan kemenangan, meski mungkin tidak dengan banyak gol, karena lawan yang dihadapinya adalah Prancis -tim paling bermasalah di Piala Dunia 2010. Prancis melewati dua laga tanpa bisa mencetak gol, dan meraih satu angka. Afsel sedikit lebih baik dengan produksi satu gol, tapi kebobolan lebih banyak.

Moral Le Bleus berada pada titik terendah menyusul pertengkaran antarpemain, dan ulah Nicolas Anelka mengecam pelatih. Anelka dipulangkan, dan sebagian pemain menolak berlatih sebagai protes atas keputusan pemulangan Anelka. (Sumber: goal.com/fifa.com)

Prakiraan Skuad Perancis: 1 Hugo Lloris (Kiper), 14 Jérémy Toulalan (Gelandang), 2 Bakari Sagna (Bek), 15 Florent Malouda (Gelandang), 3 Éric Abidal (Bek), 13 Patrice Evra (Bek), 10 Sidney Govou (Striker), 11 Andre-Pierre Gignac (Striker), 12 Thierry Henry (Striker), 7 Franck Ribéry (Gelandang)

Prakiraan Skuad Afrika Selatan: 16 Itumeleng Khune (Kiper), 7 Lance Davids (Gelandang), 8 Siphiwe Tshabalala (Gelandang), 10 Steven Pienaar (Gelandang), 2 Siboniso Gaxa (Bek), 11 Teko (Gelandang), 3 Tsepo Masilela (Bek), 4 Aaron Mokoena (Bek), 14 Matthew Booth (Bek), 17 Bernard Parker (Striker)